nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Dirimu, Apakah Cuma Pemalu atau Fobia Sosial?

Agregasi The F Thing, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 17:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 11 481 2003226 kenali-dirimu-apakah-cuma-pemalu-atau-fobia-sosial-EkmgtrE9gd.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Banyak orang merasa malu pada momen tertentu. Misalnya saja ketika naik panggung, berbicara di depan publik, ataupun saat bertemu orang baru.

Pemalu ini sebenarnya kepribadian yang wajar. Tapi, tahukah kamu kalau ada juga orang yang pemalunya berlebihan bahkan cenderung takut ketika berinteraksi dengan orang lain? Nah, kondisi itu bisa disebut sebagai gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial.

Fobia sosial adalah jenis gangguan kepribadian karena ketakutan yang berlebih, ketidaknyamanan, selalu gelisah ketika berada di dalam sebuah lingkungan sosial. Bagi beberapa orang dengan fobia sosial, interaksi yang dilakukan setiap hari justru bisa membuat menderita. Mereka akan selalu dibayangi perasaan takut dan malu karena memikirkan pendapat orang lain. Gangguan ini juga erat kaitannya dengan perasaan ditolak atau ketakutan ditatap orang lain.

Lalu bagaimana membedakan si pemalu dengan fobia sosial atau gangguan kecemasan sosial? Selama ini, perlakuan terhadap dua hal tersebut masih tumpang tindih. Padahal, keduanya adalah elemen berbeda. Gangguan kecemasan seringkali dipahami sebagai perasaan malu yang ekstrem, tapi faktanya tidak demikian.

Perbedaan pemalu dan fobia sosial sebenarnya bisa dilihat dari gejala fisik, seperti gugup dan stres. Orang pemalu biasa, stresnya tidak akan parah. Contoh kasusnya, ketika si pemalu ini diminta untuk berbicara di depan publik, perasaan gugup dan gemetar hanya terjadi saat itu saja. Sementara orang dengan gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial, kegugupannya akan lebih lama, bahkan bisa beberapa hari sebelum atau sesudahnya.

Orang dengan gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial tersebut juga menganalisa secara berlebihan pada hal-hal yang sudah dilakukan serta menilai negatif pada dirinya sendiri. Gejala fobia sosial sendiri bisa terlihat sejak usia dini. Tapi sayangnya, tidak sedikit yang meremehkan gejala gangguan ini dan akhirnya jadi tidak terdiagnosa.

Apa yang harus dilakukan?

Jika kamu merasakan gejala gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial ini, lebih baik segera datang ke psikolog. Jangan biarkan gangguan ini menghantui dan merusak duniamu. Lewat berbagai jenis terapi, kamu bisa mendapatkan kepercayaan diri lagi dan menginvestasikan pada hal lain, seperti kebahagiaan. Sebab, kunci mental yang sehat ada di kebahagiaan diri sendiri.

(ris)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini