nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahaya Dampak Obat Penenang & Polusi Udara bagi Kesehatan Anak

Yosua Tobing, Jurnalis · Minggu 13 Januari 2019 08:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 11 481 2003306 bahaya-dampak-obat-penenang-polusi-udara-bagi-kesehatan-anak-lZgU1qzc5V.jpg Bahaya obat penenang bagi kesehatan bayi (Foto:

 

TERASA ironi jika bayi harus diberi obat penenang agar tidak menangis dan terus tertidur pulas. Namun obat penenang tentu bukanlah jawaban untuk menyelesaikan masalah tidur anak.

Apakah Anda tahu dampak obat penenang bagi bayi dan efek asap kendaraan bagi anak jalanan? Berikut dampak obat penenang dan asap kendaraan bagi anak, seperti dirangkum Okezone dari berbagai sumber.

BACA JUGA:  Seksinya Cathy Sharon dengan Hot Pants, Foto Terakhir Tidak Pakai Celana Sama Sekali!

Obat penenang memang efektif untuk mengatasi anak yang susah tidur atau rewel. Namun, dampak obat penenang atau obat tidur bagi anak dan bayi bisa menyerupai alkohol. Selain efek menenangkan yang diinginkan, penggunaan obat penenang dapat menyebabkan masalah dengan gerakan dan memori, detak jantung dan pernapasan melambat, peningkatan risiko jatuh dan cedera juga dapat di diderita sang anak.

Buruknya, anak dapat menderita gejala depresi, kecemasan yang tidak berujung, perubahan suasana hati, risiko ketergantungan, dan parahnya lagi kematian akibat overdosis. Kecanduan dari obat penenang atau obat tidur berarti memiliki keinginan kompulsif untuk menggunakan obat, bahkan ketika ini memiliki efek berbahaya.

Jika kecanduan, mungkin merasa tidak bisa berhenti menggunakan obat. Ketergantungan adalah ketika tubuh belajar untuk bergantung pada obat. Itu dapat terjadi karena kecanduan.

BACA JUGA: 5 Potret Seksi Anya Geraldine, Bikin Hotman Paris Panas Dingin!

Asap kendaraan sendiri memiliki beberapa komponen yang beracun bagi kesehatan, salah satunya karbon monoksida. Seorang anak mungkin memiliki kerusakan permanen di otak atau jantung. Ini tergantung pada jumlah paparan CO. Keracunan karbon monoksida yang parah dapat menyebabkan gejala neurologis beberapa hari atau minggu kemudian. Ini dikenal sebagai sindrom neurologis tertunda. Dalam beberapa kasus, keracunan CO juga dapat menyebabkan kematian.

Hidrokarbon (benzena) juga terdapat dalam asap kendaraan bermotor. Benzena dikenal sangat mempengaruhi pada sumsum tulang yang dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah yang juga menyebabkan anemia. Asap kendaraan yang berbau tajam juga bisa menyebabkan anak mengidap batuk dan sesak karena organ-organ pernapasan teriritasi.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini