nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bakuchiol dari India, Pengganti Retinol yang Aman untuk Kulit

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 08:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 11 611 2002925 bakuchiol-dari-india-pengganti-retinol-yang-aman-untuk-kulit-qggsqAjn4I.jpg Bunga Bakuchiol Pengganti Tanaman (Foto: Dailymail)

DI dunia skincare atau perawatan kulit, selama ini kita sudah begitu akrab dengan nama-nama bahan kandungan atau berbagai produk yang menjanjikan sebagai produk anti-aging alias penuaan dini yang paling efektif.

Untuk orang-orang yang menaruh perhatian serius pada produk skincare, retinol sebagai turunan dari vitamin A adalah salah satu bahan yang sangat familiar kehadirannya dalam berbagai produk perawatan skincare.

loading...

Namun disebutkan, kelemahan dari bahan kandungan ini ialah karena bentuknya sebagai vitamin A maka tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh wanita yang sedang hamil atau sedang dalam program mengandung.

Akan tetapi seiring dengan kemajuan teknologi dan industri kecantikan, dikatakan ada penelitian baru yang mana menunjukkan ada bahan terbaru yang lebih efektif sebagai anti-aging, yang disebut “Bakuchiol”. Ialah, zat yang berasal dari biji tanaman India dan tes menunjukkan zat dari biji tanaman bunga Babchi ini dapat memberikan hasil yang sebanding dengan salah satu bahan anti-penuaan paling top, tetapi dengan efek samping yang lebih sedikit.

Baca juga:

Ialah Claire Coleman yang mengungkapkan manfaat dari penggunaan bunga Bakuchiol berwarna ungu indigo ini sebagai bahan anti-aging dibandingkan dengan retinol, sebagaimana yang tertera dalam makalah yang diterbitkan dalam British Journal of Dermatology. Zat ini dikatakan telah lama dimanfaatkan dalam ilmu pengobatan ala Ayurvedic dan Cina dan sebelumnya telah terbukti memiliki sifat antibakteri dan antioksidan.

Penelitian beberapa tahun lalu menyebutkan bahwa bakuchiol bisa menjadi bahan anti-penuaan yang efektif, tetapi studi terbaru lebih memfokuskan pada bagaimana bakuchiol ini diadu dengan zat retinol. Dalam studi tersebut, 44 orang peserta studi diminta untuk mengaplikasikan krim bakuchiol 0,5 persen krim dua kali sehari atau retinol 0,5 persen setiap hari ke wajah mereka selama dalam kurun waktu 12 minggu.

Kemudian, para peneliti menggunakan foto, penilaian dokter kulit dan kuesioner untuk menilai perawatan dan menemukan bahwa setelah tiga bulan, kedua krim telah memperbaiki tampilan kerutan pada wajah, menunjukkan adanya penurunan 20 persen dalam tekstur kerut dan pigmentasi. Akan tetapi pada orang-orang yang menggunakan retinol, dilaporkan lebih banyak terjadi kondisi yang dinamakan scaling dan sensasi rasa perih (stinging). Sedangkan pada orang-orang yang menggunakan bakuchiol, dikatakan ukuran dan intensitas di area pigmentasi nya lebih berkurang dibandingkan mereka yang menggunakan retinol.

Lalu, apakah ini tandanya kita harus langsung segera membuang produk-produk skincare dengan retinol kita? Well, sebaiknya belum perlu karena tak perlu terburu-buru. Seperti disebutkan oleh konsultan dermatolog Anjali Mahto, pada dasarnya ada banyak bukti yang bukti yang menunjukkan kemanjuran retinol, sementara ini adalah satu studi kecil saja.

“Kebanyakan orang akan dapat menemukan bentuk retinol yang bisa mereka toleransi. Ini tetap merupakan bahan anti-penuaan yang paling efektif dan diteliti dengan baik,” jelas Anjali Mahto.

Sementara itu, untuk pemakaian bakuchiol dalam produk skincare sendiri, sejauh ini memang sudah ada beberapa produk perawatan skincare yang telah menggunakan kandungan bahan bakuchiol. Misalnya ada minyak wajah “Omorovicza Miracle Facial Oil’ ataupun “Ren Bio Retinoid” yang digunakan dalam formulasi bersama retinol. Demikian sebagaimana diwarta Dailymail, Jumat (11/1/2019).

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini