nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjelasan PHRI Babel Terkait Tiket Pesawat Mahal ke Pulau Bangka Belitung

Arsan Mailanto, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 09:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 14 406 2004007 penjelasan-phri-babel-terkait-tiket-pesawat-mahal-ke-pulau-bangka-belitung-xJxoloFzRN.jpg PHRI Bahas tentang Kenaikan Tiket (Foto: Arsan/Kontributor)

PANGKALPINANG - Harga tiket pesawat dari sejumlah maskapai penerbangan alami kenaikan harga, terlebih menuju ke Pulau Bangka Belitung (Babel). Hal ini mengundang beragam reaksi masyarakat. Bahkan, terkait permintaan agar tarif batas tiket pesawat diturunkan. Tingginya harga tiket pesawat tetap terjadi, meski liburan Natal dan Tahun Baru telah usai dan menimbulkan polemik.

Diketahui harga tiket pesawat PP Jakarta-PGK (Pangkalpinang) Babel yang mahal, saat ini dikeluhkan oleh para pelaku pariwisata. Bahkan di Belitung para pengusaha menuturkan ribuan pekerja di perhotelan restoran dan travel terancam PHK. Dikarenakan sepinya wisatawan berkunjung ke Belitung dan tingkat hunian hotel tidak mencapai 30%.

Baca juga:

Ketua Umum BPD PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Babel, Bambang Patijaya mengungkapkan bahwa mahalnya harga tiket pesawat saat ini memang dirasakan mengganggu bisnis pariwisata terutama di perhotelan.

"Hakikat dari pariwisata ini antara lain traveling, jadi dalam traveling biaya harus terjangkau dan murah. Karena, modal transport ke Babel paling mudah dan nyaman itu menggunakan pesawat," ucapnya kala diwawancarai Okezone di Pangkalpinang, belum lama ini.

Bambang menjelaskan kendala yang terjadi saat ini harga tiket pesawat mahal. Oleh karena itu pihaknya mengimbau kepada pemerintah, untuk turun tangan bagaimana mengendalikan harga tiket pesawat.

"Pasalnya jika kita berharap kepada mekanisme pasar yang sekarang terjadi, keliatannya hal ini berdampak dan berimplikasi kurang positif," sebutnya.

"Kita juga menunggu sampai sekarang harga tiket pesawat tidak turun, maka kami pikir pihak regulator (pemerintah) untuk dapat melakukan semacam fungsi kontrol. Sehingga kemudian harga tiket pesawat dapat kembali normal," tegas Bambang Patijaya.

Disinggung soal terkait pekerja perhotelan/ pariwisata yang terancam PHK, akibat mahalnya harga tiket pesawat berimplikasi terhadap rendahnya hunian hotel, sepinya travel, dan UMKM. Jika dibiarkan terus menerus, bagaimana dengan program pemerintah yakni tiga KEK di Babel.

Bambang Patijaya menanggapi jadi memang betul bahwa dalam bagaimana membangun industri pariwisata di Babel, diperlukan sinergitas dari berbagai macam sektor, dalam hal ini adalah sektor perhubungan.

"Jika akses menuju Bangka Belitung itu mahal, tentu itu akan mengancam keberlangsungan daripada bisnis pariwisata seperti hotel sepi, travel, rental kendaraan mobil, dan sebagainya," ia menuturkan.

Apakah kemudian ini dapat berdampak kepada PHK, "Ya bisa saja makanya kita harus antisipasi hal ini, bahwa kita mengimbau ada semacam uluran tangan daripada pemerintah langsung untuk mengatasi hal ini," imbuhnya.

"Dan kami juga berharap bahwa jangan adanya ego sektoral dari sektor tertentu. Mungkin dalam hal ini sektor perhubungan, sehingga mereka mengambil keuntungan terhadap situasi yang terjadi pada saat ini," pungkas Bambang Patijaya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini