nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Tiket Pesawat Bisa Turun hingga 60%?

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 21:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 14 406 2004439 harga-tiket-pesawat-bisa-turun-hingga-60-sAu7T85Rcj.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KENAIKAN harga tiket pesawat yang tajam membuat banyak orang protes kepada pemerintah dan maskapai-maskapai nasional. Banyak protes tersebut, membuat pemerintah akhirnya mengambil sikap untuk menurunkan harga tiket pesawat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun ikut mengomentari hal itu. Menurut dia, Indonesia National Airline Carriers Association (INACA) bukan tanpa alasan saat menaikkan harga tiket pesawat mahal di wilayah domestik

"Karena mendengarkan masukan dari masyarakat, INACA menurunkan harga tiket pesawat. Alhamdulillah, tapi saya belum cek berapa persen turunnya," ungkap Arief Yahya saat ditemui di kantornya, Jalan Merdeka Barat, Senin (14/1/2019).

Baca Juga: Seksinya Irish Bella Pakai Hot Pants, Pasti Bikin Gagal Fokus

Secara umum, menurut Arief Yahya, ketika harga tiket pesawat dinaikkan sangat tajam, maka kemungkinan turunnya juga besar. Diperkirakan penurunan harga tiket pesawat itu terjadi sekira 20-60 persen.

Awalnya, adanya kabar kenaikan harga tiket pesawat itu juga terjadi atas permintaan maskapai. Yang mana saat biaya operasional di dunia penerbangan, tarifnya semakin mahal.

"Kita paham biaya operasional mahal, bahan bakar mahal. Harusnya menaikkannya dengan bijaksana, tapi perlahan-lahan. Masalahnya, kenaikan mendadak itu yang kurang diterima masyarakat," tuturnya.

Baca Juga: 5 Potret Seksi Anya Geraldine, Bikin Hotman Paris Panas Dingin!

Padahal, sambung Arief Yahya, perkembangan transportasi low cost carrier (LCC) beberapa tahun belakangan sangat diminati wisatawan. Ke manapun seseorang pergi, pasti pilih pesawat terbang supaya efektif.

"Biaya transportasi sangat menentukan orang yang akan datang atau tidak ke suatu tempat. Itu bisa dilihat perkembangan pesawat LCC naik peminatnya 20 persen, karena orang cenderung pilih itu," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini