nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Robby Tumewu Mengembuskan Napas Terakhir Setelah Lawan Stroke 5 Tahun

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 10:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 14 481 2004028 robby-tumewo-menghembuskan-napas-setelah-lawan-stroke-5-tahun-snUvfAYwEr.jpg Robby dan Becky Tumewu (Foto: Instagram)

ROBBY TUMEWU meninggal dunia pada Senin, 14 Januari 2019 pukul 00.05. Kabar duka ini disampaikan langsung Becky Tumewu di Instagramnya.

"Robby sakit sudah lama, sudah tidak usah diceritain lagi bagian sakitnya, dia telah pergi tadi dini hari, pukul 00.05, semua derita dan sakit penyakit sudah diangkat dari Robby, saya tidak pernah akan lupa dengan kebaikan Robby, senyum dan tawa yang selalu beliau bagikan pada orang di sekitarnya, komentar-komentar dan cerita yang membuat kita semua tertawa, suasana selalu seru dan ceria saat ada Robby," sepenggal caption @becktum yang dibagikan 1 jam yang lalu setelah berita ini dibuat Okezone.

Baca juga :

Berdasar beberapa sumber, Robby diketahui sudah lama menderita stroke, tepatnya sejak 2013. Serangkaian operasi sudah dia lakukan sejak saat itu dan karenanya Robby sudah jarang sekali muncul di televisi.

Bahkan, dalam pemberitaan Celebrity Okezone 24 Juni 2013, kakak Robby, Renee, menjelaskan bahwa adiknya itu sudah mengalami stroke sejak setahun yang lalu, itu berarti sudah stroke sejak 2012. Operasi demi operasi sering dilakukan untuk mendapatkan kesembuhan Robby kembali.

Namun, upaya itu kini berakhir. Bintang Lenong Bocah itu sekarang sudah tenang dan tidak menjadi pesakitan lagi karena stroke panjangnya. Sementara itu, bagaimana stroke ini bisa merenggut nyawa? Sebegitu mematikannya kah?

Dikutip dari Health Line, stroke adalah penyakit di mana aliran darah seseorang ke bagian otak terganggu. Hal ini yang kemudian membuat jaringan otak kekurangan oksigen. Dampaknya sangat berbahaya, bahkan bisa sampai mematikan.

Nah, jika pasien stroke sudah dalam tahapan Massive Stroke, itu berarti sebagian besar otaknya sudah terganggu dan ini yang membuat penyembuhan menjadi lebih sulit.

Massive stroke juga memungkinkan pasien mengalami komplikasi yang lebih serius. Seperti misalnya

1. Kelumpuhan

2. Kesulitan menelan atau berbicara

3. Masalah keseimbangan tubuh

4. Pusing yang terjadi berulang

5. Hilang ingatan

6. Kesulitan mengendalikan emnosi

7. Depresi

8. Rasa sakit di sekujur tubuh

9. Perubahan perilaku

Kalau sudah begini, penanganan berupa rehabilitas bisa menjadi alternatif pilihan untuk memulihkan kembali pasien atau setidaknya membuat dia merasa lebih baik. Apa saja yang bisa dilakukan dalam upaya penyembuhan dalam tahapan ini?

Layanan rehabilitasi dapat membantu meminimalkan komplikasi. Pasien massive stroke bisa mendatangi seorang ahli terapi fisik untuk memulihkan gerakan atau terapis okupasi untuk mempelajari cara melakukan tugas sehari-hari, misalnya kegiatan yang melibatkan kebersihan pribadi, memasak, dan membersihkan.

Kemudian, pasien juga bisa mendatangi seorang terapis wicara untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan bisa juga datang ke seorang psikolog untuk membantu mengatasi perasaan cemas atau depresi.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini