nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jatuh Cinta Membuat Perempuan Alami Perubahan Genetik

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 18:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 14 481 2004243 jatuh-cinta-membuat-perempuan-alami-perubahan-genetik-xpA9et7kUc.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SAAT jatuh cinta, banyak perubahan yang bisa terjadi pada seseorang. Kebanyakan yang berubah adalah perilaku dan psikis. Baru-baru ini, penelitian dari University of California, Los Angeles menemukan bila jatuh cinta membuat perempuan juga mengalami perubahan genetik pada tubuhnya.

Peneliti pada awalnya curiga karena jatuh cinta berkaitan dengan sensasi fisik seperti jantung berdebar dan pemikiran obsesif. Mereka memiliki dugaan jika jatuh cinta dapat menyebabkan perubahan mendasar pada fisiologi manusia. Namun sayangnya, hanya ada sedikit penelitian yang mengungkapkan tentang hal tersebut.

Dalam upaya mengkarakterisasi dampak cinta pada fungsi genom manusia, para peneliti mengambil sampel darah dari 47 perempuan muda yang sedang menjalani hubungan baru selama dua tahun. Tim peneliti mengamati perubahan genetik pada mereka yang jatuh cinta. Hasilnya terbukti bila jatuh cinta tak hanya memengaruhi psikis tetapi juga fisik.

 

 Baca Juga: Intip Potret Seksi Agnez Mo, Bikin Kaum Pria Enggan Berkedip

"Jatuh cinta adalah salah satu pengalaman psikologis yang paling kuat dalam kehidupan manusia. Cinta romantis baru tidak hanya disertai oleh perubahan psikologis," tulis peneliti seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Senin (14/1/2019).

Peneliti menemukan jatuh cinta pada seseorang menyebabkan gen memproduksi interferon yaitu protein yang biasanya digunakan untuk melawan virus. “Jatuh cinta dikaitkan dengan pengaturan interferon. Ini konsisten dengan tanggapan kekebalan bawaan terhadap infeksi virus," tambah para peneliti.

Para peneliti juga melihat tingkat interferon bergeser selama hubungan dan menemukan mereka yang akhirnya jatuh cinta mengalami pengurangan ekspresi gen yang terkait interferon.

 Baca Juga: Seksinya Irish Bella Pakai Hot Pants, Pasti Bikin Gagal Fokus

 

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan fisiologis yang terkait dengan cinta romantis dapat dilemahkan ketika hubungan tersebut matang. Korelasi biologis cinta mungkin mereda seiring ikatan pasangan yang lebih matang dan stabil dalam jangka panjang," jelas peneliti.

Sementara itu, alasan di balik peningkatan interferon masih belum jelas. Tetapi para peneliti mengatakan kondisi itu dapat mempersiapkan tubuh seseorang untuk pembuahan. Fakta ini membuat peneliti percaya tanggapan genetik pria untuk jatuh cinta mungkin berbeda.

"Langkah penting berikutnya adalah menyelidiki pola pergeseran transkripsi serupa terjadi pada pria yang baru jatuh cinta," pungkas para peneliti.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini