nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Ngantuk Meski Tidur Cukup, Ini Penyebabnya!

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 08:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 14 481 2004407 sering-ngantuk-meski-tidur-cukup-ini-penyebabnya-osfVbhcARB.jpg Sering mengantuk bisa disebabkan gelisah (Foto: Boldsky)

Tidur berkualitas membuat orang bangun dengan perasaan segar dan penuh energi. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, seseorang perlu tidur dengan waktu cukup tanpa gangguan. Waktu tidur yang disarankan adalah 8 jam per hari.

Akan tetapi, ada ukuran yang tidak biasa untuk kualitas tidur yang tidak diketahui secara luas yaitu efisiensi tidur. Efisiensi tidur adalah rasio total waktu yang dihabiskan untuk tidur dalam satu malam dibandingkan dengan jumlah total waktu yang dihabiskan di tempat tidur. Seseorang yang menghabiskan banyak waktu di tempat tidur tetapi tidak tidur, maka besar kemungkinan efisiensi tidurnya rendah.

Ada banyak faktor yang dapat menurunkan persentase efisiensi tidur. Melansir Bustle, Selasa (15/1/2019), inilah tanda tubuh tidur tidak efisien :

1. Menghabiskan waktu yang lama untuk tertidur

Efisiensi tidur dapat dipengaruhi oleh banyak hal salah satunya waktu yang dihabiskan untuk tertidur. Semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk tidur, maka tidur semakin tidak efisien. Meskipun waktu yang dihabiskan untuk tidur sesuai dengan yang disarankan oleh ahli, jika seseorang kesulitan untuk tidur maka bisa jadi tidur kurang nyenyak. Penyebabnya bisa karena berolahraga terlalu lama dan menonton hal-hal yang mengejutkan sebelum tidur.

mengantuk

2. Mengalami sindrom kaki gelisah

Ada hubungan kuat antara sindrom kaki gelisah dengan efisiensi tidur. Orang terus menendang dan menggerakkan anggota tubuhnya selagi terlelap maka tidurnya tidak efisien. Sindrom ini meningkatkan gairah sehingga berdampak pada kurangnya waktu tidur dan indeks fragmentasi tidur yang meningkat.

3. Merasa lelah dan gelisah

Penelitian menunjukkan tidur yang tidak efisien dapat menyebabkan perasaan lelah dan gelisah. Hal ini disebabkan karena waktu istirahat lebih terganggu dan kurang menyegarkan daripada yang seharusnya.

4. Ritme sirkadian terganggu

Setiap orang memiliki jam internal yang menentukan waktu merasa mengantuk dan harus bangun. Orang yang tidurnya tidak efisien akan membuat jam internal tersebut mati. Akibatnya ketika bangun tidur masih ada perasaan mengantuk yang menyergap. Selain itu, orang tersebut cenderung mengantuk dan kelelahan di siang hari. Tidur yang tidak efisien juga dapat menciptakan stres dan kecemasan sehingga dapat mengganggu keseimbangan waktu tidur.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini