nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rumah Sakit di AS Melarang Keluarga Muslim Jenguk Bayi Baru Lahir, Alasannya Bikin Emosi

Alma Dwi, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 22:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 481 2004410 rumah-sakit-di-as-melarang-keluarga-muslim-jenguk-bayi-baru-lahir-alasannya-bikin-emosi-xph4YxCUAZ.jpg Keluarga muslim yang dilarang jengkuk bayi baru lahir (Foto: Aboutislam)

MENJENGUK bayi yang baru lahir adalah salah satu bentuk rasa bahagia ketika keluarga maupun kerabat telah melahirkan si kecil. Jika kebanyakan rumah sakit memperbolehkan siapa pun menjenguk bayi yang baru lahir, berbeda dengan Rumah Sakit Inova Fair Oaks di Fairfax, Virginia, Amerika Serikat (AS), di mana sebuah keluarga Muslim dilaporkan dilarang mengunjungi bayi baru lahir di rumah sakit tersebut.

Hal itu dialami oleh keluarga Zahr, pasalnya staf rumah sakit menilai kalau keluarga Muslim terlihat 'menakutkan'. Menurut bibi bayi itu, Arwa Zahr ketika mereka sampai di rumah sakit, mereka diadang oleh seorang penjaga keamanan.

"Dia (satpam) berteriak kepada saya dan dia memberi tahu kami, 'kamu tidak diizinkan berada di sini' dan kemudian berkata, 'kamu tahu, kamu terlihat menakutkan'," ujar Arwa Zahr, selaku bibi bayi yang dilansir AboutIslam, Senin (14/1/2019).

 BACA JUGA : Setelah Asisten Pribadi, Giliran Bodyguard Meghan Markle Berhenti

Arwa Zahr bersama ibu dan ayahnya atau kakek-nenek bayi tersebut bermaksud akan menjenguk bayi. Kedua wanita itu mengenakan niqab, yang menutupi leher dan wajahnya. Keluarga itu mengklaim bahwa niqab menjadi alasan mereka tidak diizinkan untuk melihat bayi itu di Rumah Sakit Inova Fair Oaks di Fairfax, Virginia.

 

Ketika ayah bayi itu mengetahui apa yang terjadi, dia langsung menghadap penjaga keamanan dan mengatakan kepadanya bahwa penjaga tidak sopan.

"Kami mencoba menjelaskan kepada (pengawas) sisi cerita kami. Dia (pengawas) memandangi ibu saya ketika dia mencoba menjelaskan apa yang terjadi, dan dia berkata padanya, 'Tutup mulutmu atau aku akan mengusirmu," kata Ahmed, sang ayah.

 

Ketika Ahmed Zahr terus membela keluarganya, staf rumah sakit justru memanggil polisi. Keluarga itu kemudian berbicara dengan petugas sebelum meninggalkan rumah sakit tanpa melihat bayi perempuan itu.

BACA JUGA : Siti Badriah Dilamar, Intip 5 Momen Liburan Seru di Korea Bareng Calon Suami

Ahmed Zahr juga mengatakan, bahwa ia tidak pernah mengalami diskriminasi seperti itu sebelumnya. Di mana Muslim di Amerika melihat meningkatnya Islamofobia sebagai hambatan utama bagi kehidupan sehari-hari mereka.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini