nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Udara di Jakarta Bersih saat Musim Hujan dan Hari Libur

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 21:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 14 481 2004419 udara-di-jakarta-bersih-saat-musim-hujan-dan-hari-libur-KUonDKwwQ5.jfif Ilustrasi langit Jakarta (Foto: Heru/Okezone)

PAGI hari di Jakarta tidak lagi sesejuk dulu. Sekali pun Anda melihat "embun" di antara bangunan tinggi, nyatanya itu adalah polusi yang terkandung dalam udara.

Fakta ini tidak bisa disangkal. Makin banyaknya kendaraan dan industri di ibu kota, membuat polutan semakin menumpuk. Alhasil, udara di Jakarta bisa dikatakan sudah tidak sehat lagi.

Diketahui, berdasar data dari AQMS atau sistem pemantauan kualitas udara DKI Jakarta selama tiga tahun terakhir (2016-2018), parameter pencemaran udara PM 2,5 (debu dengan partikel berukuran 2,5 mikrometer) di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan selalu menunjukkan angka di atas Baku Mutu Udara Daerah (BMUD) Jakarta.

Merujuk pada standar tahunan nasional dan WHO masing-masing adalah 15 ug/m3 dan 25 ug/m3, konsentrasi PM 2,5 tahunan Jakarta di 3 tahun itu adalah 42,2 ug/m3 dan 37,5 ug/m3.

 Baca Juga: Jatuh Cinta Membuat Perempuan Alami Perubahan Genetik

"Angka polutan ini jauh sekali dari standar dan bisa jadi gambaran bagaimana kualitas udara di Jakarta," terang Pendiri Thamrin School of Climate Change and Sustainability Jalal pada Okezone, Senin (14/1/2019).

Jalal melanjutkan, ada beberapa kondisi di mana Jakarta memiliki kondisi udara sangat buruk dan cukup baik. Berdasar analisis dia, Jakarta itu kondisi udaranya sangat buruk saat musim kemarau. Selain itu, kawasan industri juga memiliki kualitas udara yang tidak sehat untuk manusia.

Nah, terkait dengan kapan udara Jakarta bagus, aktivis lingkungan ini menjelaskan terjadi saat Jakarta diguyur hujan dan saat momen liburan.

"Saat hujan turun, ini seperti membilas semua kotoran-kotoran yang ada di udara Jakarta. Kalau saat liburan, ini biasanya pada lebaran dan tahun baru saat masyarakat Jakarta tidak terlalu banyak. Khusus untuk akhir tahun, selain tidak terlalu banyak orang, biasanya juga musim hujan. Jadi, double keuntungan. Makanya, kalau akhir tahun langitnya biasanya indah," papar Jalal.

 

Selain karena hal tersebut, Jalal juga melanjutkan bahwa udara Jakarta juga bisa menjadi baik berkat angin. "Jadi, angin juga membawa pengaruh baik pada kualitas udara Jakarta. Sebab, polutan bisa langsung terbawa ke lautan tanpa terkukung di suatu wilayah tertentu," ujarnya.

 Baca Juga: Hati Hati Sering Menatap Lama Layar Ponsel, Bisa Bikin Anda Buta

Sementara itu, arah angin dan kecepatan angin juga bisa membawa dampak buruk bagi kualitas udara Jakarta. "Ya, jadi saat anginnya datang dari sentul dan cikarang, maka yang terbawa adalah debu dan polutan dan hal ini sulit untuk dikendalikan," tambahnya.

Perlu Anda ketahui juga bahwa dalam kasus ini, beban polusi udara akan bertambah dari wilayah lain yakni Banten dan Jawa Barat. Bahkan, keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Udara (PLTU) menjadi penyebab lain dari kotornya udara di Jakarta. Selain itu, tidak adanya koordinasi pengendalian pencemaran udara lintas provinsi bisa berpotensi menambah beban polusi udara di Jakarta.

Di lain sisi, selebriti sekaligus Aktivis Lingkungan Melanie Soebono menjelaskan bahwa sebagai warga negara, dia merasa berhak atas hidup di suatu negara dan mendapat kehidupan yang sehat.

"Jadi, masyarakat mesti ketahui bahwa mereka punya hak untuk hidup di suatu negara dan mendapatkan kehidupan yang sehat, termasuk di dalamnya adalah tinggal di suatu kota yang bersih, tidak tercemar polusi udara," tegasnya.

Pernyataan Melanie ini ternyata sesuai dengan UU Pasal 28 H yang berbunyi:

1. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

2. Setiap orang berhak mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.

3. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermanfaat.

4. Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini