nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satu Keluarga di Bengkulu Dihabisi, Apa Alasan Orang Berbuat Nekat?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 13:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 15 196 2004674 satu-keluarga-di-bengkulu-dihabisi-apa-alasan-orang-berbuat-nekat-fSPJlnnu2G.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMBUNUHAN keji kembali terjadi. Satu keluarga di Bengkulu tewas dibunuh. Hal yang mengejutkan dari kasus ini adalah pelaku pembunuhan tersebut ternyata mantan suami sendiri!

Kasus ini diungkap jajaran Polres Rejanglebong. Korban dalam pembunuhan ini antara lain Hasnatul Laili alias Lili (35), Melan Miranda (16), dan Cika Ramadani (10).

Menilai kasus ini, Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi., mengatakan bahwa perasaan dendam diduga menjadi motif pembunuhannya.

"Kasus seperti ini motifnya tidak jauh-jauh dari dendam, marah, masih kesal, cemburu berlebihan, perasaan tidak terima, dan segudang alasan lainnya yang akhirnya membuat si pelaku melakukan hal keji seperti membunuh," jelas dia kepada Okezone melalui pesan WhatsApp, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga: Seksinya Irish Bella Pakai Hot Pants, Pasti Bikin Gagal Fokus

Psikolog yang biasa disapa Mei ini melanjutkan, perasaan negatif yang sangat besar ini membuat pelaku tidak memiliki kontrol terhadap nafsunya sendiri. Makanya, tindakan membunuh mantan istri dan kedua anaknya itu bisa terjadi.

Akumulasi emosi tersebut, lanjut dia, akhirnya meledak dan membutakan hati serta pikiran sang pelaku. "Tumpukan emosi dan kemarahan yang sudah tidak bisa ditanggung lagi," tegas Psikolog Mei.

Dengan meledaknya emosi tersebut, bukan hanya korban yang terluka, tapi juga kondisi kejiwaan pelaku. Sebab, pada beberapa kasus, pelaku yang melakukan pembunuhan biasanya batinnya goyah dan ini perlu mendapatkan penanganan. "Ini yang akan mempengaruhi kehidupan dia kedepannya," ujarnya.

"Yang penting, dalam penjara atau saat si pelaku sudah bebas, dia dibantu untuk mengontrol amarahnya dan membuat dia menyadari bentuk perilakunya. Ini bisa membantu seseorang mengontrol emosi negatif dalam dirinya," tambahnya.

Baca Juga: Seksinya Cathy Sharon dengan Hot Pants, Foto Terakhir Tidak Pakai Celana Sama Sekali!

Psikolog Mei melanjutkan, untuk memperbaiki orang-orang yang memiliki masalah emosi ini, cara paling mudah adalah membuat klien tenang dan mau membicarakan akar masalahnya.

"Nanti dari hasil konseling tersebut dibantu agar dia mengatasi kemarahannya dengan membantu dia menemukan apa yang menjadi akar permasalahan," papar dia.

Nah, setelah emosi yang menggunung itu reda, sambung Psikolog Mei, biasanya klien akan lebih mudah untuk menerima apa yang terjadi pada hidupnya. Pasalnya, faktor eksternal sangat mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.

"Aku percaya bahwa setiap orang terlahir baik dan enggak ada yang jahat. Kalau ternyata dalam perjalanannya dia berubah jadi jahat, pemarah, dan pencemburu itu salah satunya karena faktor lingkungan," papar Psikolog Mei.

"Sehingga untuk membantu dia mengatasi kemarahannya bisa dari perubahan lingkungan. Tentunya ini juga harus ada keinginan dari dalam diri si klien," tukas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini