nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga Ini Terpaksa Duduk di Lantai Selama 2 Jam Penerbangan, Kok Bisa?

Alma Dwi, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 12:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 15 406 2004655 keluarga-ini-terpaksa-duduk-di-lantai-selama-2-jam-penerbangan-kok-bisa-gMKGJZ0zPW.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PESAWAT terbang menjadi salah satu moda transportasi yang paling dapat dipercaya. Selain karena dapat mempercepat perjalanan, naik pesawat juga lebih nyaman ketimbang transportasi lainnya.

Sayangnya, tidak semua maskapai memberikan pengalaman yang menyenangkan saat terbang. Salah satu masalah yang kerap terjadi adalah delay berjam-jam, entah karena faktor cuaca atau kesalahan maskapai.

Tapi, yang dialami keluarga Taylor cukup unik. Mereka berhasil terbang, hanya saja tidak mendapatkan tempat duduk, akibatnya mereka harus duduk di lantai pesawat selama dua jam perjalanan menuju Birmingham, Inggris.

Baca Juga: Seksinya Irish Bella Pakai Hot Pants, Pasti Bikin Gagal Fokus

Mereka naik pesawat dari Menorca, Spanyol dengan memilih maskapai penerbangan TUI. Keluarga Taylor sengaja tiba 3 jam lebih awal di bandara Mahon untuk check in, agar mendapatkan kursi yang dialokasikan setelah liburan keluarga di Menorca, karena mereka semua ingin duduk bersama dalam perjalanan pulangnya.

Mereka diberi kursi 41 D, E dan F. Namun, ketika sudah memasuki kabin pesawat dan hendak menuju tempat duduk sesuai nomor yang tertera, mereka dikejutkan dengan ruang kosong.

“Kami semua hanya saling memandang. Seolah ingin mengatakan ke mana kursi kami pergi? Tidak ada kursi di mana kursi kita seharusnya,” ujar Paula Taylor (44).

Tidak hanya tinggal diam, mereka segera melapor ke kru pesawat. Setelah dilakukan pemeriksaan boarding pass oleh anggota kru, kru hanya mengusulkan solusi dengan mencari beberapa kursi cadangan yang tersisa.

Baca Juga: Vinessa Inez Gugat Cerai Ryan Deye, Intip 5 Potret Kenangan Mesranya

Putrinya, Brooke yang berusia 10 tahun duduk kursi cadangan terakhir di pesawat sementara Paula dan suaminya Ian (55), duduk di dua kursi 'lompatan' flip-up cadangan, yang terselip di kabin kru.

Tapi, masalah lain terjadi ketika pesawat sudah lepas landas, para pramugari membutuhkan akses ke makanan dan persediaan bebas bea yang disimpan di belakang kursi itu. Jadi Paula dan suaminya harus pindah dan mendirikan kemah dengan Brooke di lantai, tempat kursi mereka seharusnya.

Jelas hal tersebut menjadi pengalaman yang sangat buruk dan menciptakan ketidaknyamanan bagi penumpang. “Tempat itu kotor. Tentu ini bukan pengalaman yang ingin saya ulangi," lanjutnya yang Okezone kutip dari Daily Mail.

Otoritas Penerbangan Sipil pun menyelidiki kemungkinan pelanggaran peraturan, karena penumpang tidak boleh dibiarkan tanpa kursi. Mereka pun menghubungi pihak maskapai untuk meminta penjelasan, terkait masalah yang menimpa keluarga Tylor.

Pihak maskapai pun berkelit, dan mengatakan bahwa 'perubahan pesawat menit terakhir' menyebabkan masalah dan berarti kursi keluarga tidak tersedia karena pesawat alternatif memiliki konfigurasi tempat duduk yang berbeda.

Perusahaan pun sekarang telah menawarkan pengembalian dana penuh untuk penerbangan keluarga Taylor sebesar 1.300 poundsterling atau sekitar Rp23,5 juta rupiah dan akan menghubungi mereka secara langsung untuk meminta maaf.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini