nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Pariwisata Sebut Bagasi Berbayar Ancam Pengrajin Suvenir

Abdul Razak, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 15:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 15 406 2004767 arief-yahya-bagasi-berbayar-bisa-pengaruhi-pengrajin-suvenir-liiR4inYtU.jpg Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: Okezone)

TRANSPORTASI pesawat biasanya menjadi pilihan bagi masyarakat. Kecepatan waktu dan tingkat kenyamanan yang tinggi membuat masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi udara ini.

Pesawat juga dipilih sebagai moda transportasi masyarakat karena tingkat kecelakaan yang rendah. Ditambah lagi banyaknya bandara-bandara baru yang menghubungkan provinsi satu dengan provinsi lain sehingga mempermudah konsumen untuk melakukan perjalanan.

Meskipun tingkat kenyamanan tinggi dan kecepatan waktu yang tepat, baru-baru ini masyarakat resah dengan kebijakan bagasi berbayar yang diterapkan beberapa maskapai penerbangan. Diketahui ada dua maskapai yang mulai menerapkan bagasi berbayar antara lain, Citilink dan Lion Air.

 

 Baca Juga: 10 Politisi Perempuan Terseksi di Dunia yang Bikin Gagal Fokus

Dua maskapai ini ditargetkan akan melakukan bagasi berbayar pada pertengahan dan akhir Januari ini. Namun, dengan adanya bagasi berbayar bagaimana dampaknya terhadap masyarakat? Bagaimana dampak produsen oleh-oleh yang tersebar di berbagai destinasi wisata Indonesia?

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, dengan adanya bagasi berbayar sangat berpengaruh pada pengrajin lokal yang membuat suvenir. Ia juga mengatakan pendapatan sang pengrajin juga bisa turun karena gara-gara hal ini.

 Baca Juga: Vinessa Inez Gugat Cerai Ryan Deye, Intip 5 Potret Kenangan Mesranya

“Bagasi bertarif sangat berpengaruh dengan pengrajin lokal yang membuat souvenir. Karena naiknya harga akan berpengaruh, lalu harga naik demand turun. Pendapatannya pengrajin bisa berkurang gara-gara hal ini,” tutur Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, saat ditemui oleh Okezone di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Senin 14 Januari 2019.

 

(Suvenir khas Balikpapan, Foto: Utami Riyani/Okezone)

Terlepas dari hal itu, ia menambahkan terkait dampak wisatawan dengan bagasi berbayar. Ia mengatakan beberapa maskapai merasa biaya operasional sangat tinggi, seperti bahan bakar. Maka dari itu pesawat melakukan bagasi berbayar.

“Faktor maskapai merasa bahwa biaya operasional sangat tinggi, misalnya bahan bakar, maka dari itu tidak bisa diantisipasi,” tutur Arief Yahya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini