nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Tiket Pesawat Mahal, Maskapai Abaikan Psikologis Konsumen?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 15 406 2004882 harga-tiket-pesawat-mahal-maskapai-abaikan-psikologis-konsumen-yYh4Ixqh84.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KENAIKAN harga tiket pesawat domestik menyita perhatian publik, banyak masyarakat menilai hal ini tidak seharusnya terjadi. Pemerintah pun akhirnya mengambil langkah agar harga tiket pesawat masih bisa dijangkau.

Tapi, faktanya adalah harga tiket pesawat tengah kembali ke level normal, lantaran beberapa tahun terakhir terjadi perang harga antar-maskapai penerbangan.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menjelaskan bahwa kenaikan harga tiket pesawat wajar terjadi.

"Dalam catatan saya, ada 4 alasan utama kenapa kemudian masyarakat kaget dengar kabar ini," tegasnya saat ditemui dalam diskusi publik yang diselenggarakan Masyarakat Pencinta Aviasi di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga: Seksinya Irish Bella Pakai Hot Pants, Pasti Bikin Gagal Fokus

4 alasan masyarakat kaget dengan kabar ini, antara lain

1. Masyarakat Indonesia terbiasa dengan harga tiket pesawat bertarif murah. Nah, saat "diskon" itu dicabut, masyarakat kebakaran jenggot.

Sama halnya saat subsidi BBM dicabut. Ketika subsidi itu masih ada, masyarakat menikmatinya, namun ketika harga BBM itu kembali normal, banyak yang kalang kabut.

2. Kenaikan harga yang ditetapkan terlalu tinggi. YLKI melihat kenaikannya ini mencapai 80 hingga 100 persen lebih. Harga yang mendadak tinggi ini yang kemudian membuat masyarakat merasa ini tidak wajar. Salah satu kasusnya adalah harga Jakarta-Bengkulu, yang biasanya Rp 500 ribu sekarang bisa Rp 900 ribu.

3. Masyarakat juga bertanya-tanya kenapa kejadian kenaikan harga tiket pesawat ini dilakukan serentak oleh banyak maskapai. Tidak hanya waktunya yang bersamaan, tapi ada banyak maskapai yang ikut melakukannya. Padahal sedang tidak mengalami peak seasons.

Baca Juga: Disebut Prabowo Gajinya Lebih Kecil dari Tukang Parkir, Jawaban Dokter Mengejutkan

4. Peristiwa kenaikan harga tiket ini juga berbarengan dengan ditetapkannya ketentuan bagasi berbayar. Jadi, masyarakat merasa dibebani secara akumulatif. "Sudah tarifnya naik, bagasi berbayar pula, maskapai maunya apa?" komen Tulus.

"Ke depannya, YLKI berharap pihak maskapai jika ingin menaikan harga tiket harus dilakukan secara bertahap. Kita tidak bisa menghindari kenaikan harga juga soalnya. Psikologi konsumen harus diperhatikan supaya kenaikannya tidak terasa dan tidak mengganggu daya beli," tambah Tulus.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini