nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Resmi Tersangka, Vanessa Angel Tak Dapat Dukungan Keluarga, Ini Tanggapan Psikolog

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 16 Januari 2019 19:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 16 196 2005426 resmi-tersangka-vanessa-angel-tak-dapat-dukungan-keluarga-ini-tanggapan-psikolog-iKOwOJk97W.jpg Vanessa Angel resmi tersanga (Foto: Instagram)

VANESSA Angel jadi tersangka atas pelanggaran sengaja menyebarkan chat asusila secara pribadi. Di balik kesedihannya itu, Vanessa Angel mengaku tidak dapat dukungan dari keluarga.

Sebuah tayangan talkshow di salah satu televisi swasta bertema prostitusi online, kalangan psikolog angkat bicara. Salah satunya adalah Psikolog Klinis Mellisa Grace yang dulunya dikenal sebagai presenter cilik.

Dia mengatakan, di tengah perdebatan dari aspek hukum, muncul norma-norma masyarakat yang menilai siapa yang benar? siapa yang salah? dan siapa yang korban?

 BACA JUGA : #10YearsChallenge ala Selebgram dan Youtubers Indonesia, Wow Banget

"Sudut pandang psikologi, tidak mencari siapa yang benar atau salah. Melainkan berusaha memahami dengan apa yang diperbuat oleh orang tersebut," terang Mellisa Grace, baru-baru ini.

 

Dia menyebut, jika ada sebuah perilaku yang seolah tampak sama, dapat dilandasi oleh alasan atau niat yang sangat berbeda antara satu individu dengan yang lainnya.

Tapi pastinya, jika ditelusuri lebih mendalam, selalu ada dinamika kompleks di balik perilaku-perilaku yang tampak di permukaan. Pada beberapa kasus serupa, yang terkait dengan prostitusi, seolah pelaku menginginkannya sendiri.

"Padahal di kehidupannya ada sejarah panjang di masa lalu-nya. Misalnya pernah menjadi survivor dari pelecehan atau kekerasan seksual , penelantaran oleh orangtua, kekerasan verbal emosional dan banyak bentuk-bentuk peristiwa traumatis lainnya di masa kanak-kanak dan remaja," beber Mellisa Grace.

Kemudian, pengalaman tersebut meninggalkan luka dalam diri seseorang yang terjerumus di dunia prostitusi. Walau tidak semua kasus dapat digeneralisasikan, namun diyakini selalu ada dinamika panjang dan kompleks.

Sementara itu, jawaban Mellisa Grace terkait dengan dukungan keluarga, semestinya berperan peranan penting dalam pembentukan karakter. Begitu juga dengan nilai-nilai, cara pandang anak terhadap diri dan lingkungannya.

 BACA JUGA : Wanita Jadi 'Alat Pembayaran', Psikolog: Identik dengan Simbol Seks

"Pasti sangat disayangkan kalau tidak ada dukungan. Jika lingkungan tidak mendukung, perasaan bisa rapuh," pungkas dia.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini