nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tol Trans Jawa Dianggap Rebut Penumpang Pesawat

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 16 Januari 2019 10:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 16 406 2005089 tol-trans-jawa-dianggap-rebut-penumpang-pesawat-iM26JBpP3e.jpg Tol Trans Jawa rebut penumpang pesawat? (Foto:Okezone)

KEBERADAAN Tol Trans Jawa sudah dinikmati masyarakat. Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis 20 Desember 2018, tol ini dianggap ampuh persingkat jarak tempuh.

Namun di sisi lain Tol Trans Jawa ini ternyata berdampak pada okupansi jasa angkutan penerbangan. Percaya atau tidak, adanya tol ini menimbulkan persaingan luar biasa pada penerbangan lintas kota di Pulau Jawa.

Seperti dijelaskan Anggota Ombudsman Alvin Lie. Menurut dia, kondisi semacam ini membuat maskapai harus putar otak untuk tetap menjalankan roda bisnis.

Baca Juga:

 Jadian Sama Hotman Paris, Intip Potret Pakai Bikini Chef Farah Quinn

"Diresmikannya tol Trans Jawa sangat berpengaruh mengubah peta transportasi, penerbangan lintas kota Jawa mendapatkan persaingan luar biasa," paparnya dalam diskusi publik di kawasan Jakarta Pusat, Selasa 15 Januari 2019.

Alvin coba mengungkapkan fakta di lapangan. Masih menjadi kendala di sini ialah ruas Jakarta-Cikampek yang masih saja macet. Tapi, jalur darat antarkota di Jawa sudah cukup baik. Perjalanan bisa ditempuh nyaris di bawah enam jam.

 

Kondisi seperti ini yang kemudian membuat masyarakat yang tadinya percaya pada jalur udara, kini mulai beralih ke jalur darat.

"Cirebon-Semarang itu 2 jam, Semarang-Surabaya yang biasanya ditempuh pakai pesawat dengan harga tiket Rp 1 juta, sekarang sepi karena masyarakat banyak yang naik mobil. Sebab, waktu tempuhnya sekarang itu paling lama 3,5 jam," papar Alvin.

Baca Juga

Disebut Prabowo Gajinya Lebih Kecil dari Tukang Parkir, Jawaban Dokter Mengejutkan

Hal ini pun berdampak pada bandara Kertajati yang mana hanya menyediakan rute antarkota di Jawa.

Di sisi lain, Alvin membongkar fakta terkait dengan data penerbangan selama Desember 2018. Menurut dia, trennya menurun. Tren ini tergambar dalam enam bandara besar yang mengalami penurunan hingga 13,4%.

"Pergerakan pesawat, jumlah yang berangkat dan mendarat pun turun. Hal ini tentu membuat airlines harus mengurangi jumlah penerbangan. Ini mengindikasikan bahwa kondisi airlines sekarang sedang kritis dalam hal keuangan," ungkapnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini