nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah Dioperasi, Apa Lagi Masalah Titi Wati si Wanita 350 Kg?

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 16 Januari 2019 17:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 16 481 2005295 setelah-dioperasi-apa-lagi-masalah-titi-wati-si-wanita-350-kg-RPxZ1hJXF0.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

OPERASI pertama Titi Wati akhirnya dilakukan oleh tim dokter di RS Doris Sylvanus. Meski berhasil, tapi tidak menutup kemungkinan dirinya mengalami beberapa efek samping.

Titi Wati yang beratnya 220 kg telah melakukan operasi bariatrik atau beda lambung, yang dikerjakan oleh 16 tim dokter gabungan dari Bali, Palangka Raya dan Jakarta.

Dalam operasi pembedahan lambung itu, Titi Wati diharapkan dapat berhasil menurunkan berat badannya sekira 15 kilogram per bulan. Saat ini Titi Wati telah memasuki masa-masa perawatan intensif di ruang ICU pasca-operasi.

Walaupun operasi pertama berhasil, kemungkinan besar dia mengalami beberapa efek sampingnya. Menurut Spesialis Kedokteran Olahraga dr Michael Triangto, SpKO, setelah bariatrik efek samping setelah operasi itu tidak bisa makan sama sekali, karena kemampuan cerna dari lambungnya sudah berkurang banyak.

Baca Juga: #10YearsChallenge ala Redaksi Lifestyle Okezone, Awas Ngakak Berkepanjangan!

"Misalnya kalau Titi Wati makan daging satu potong atau brokoli juga tidak mampu dicerna. Kemampuan cernanya jauh sekali," ujar dr Michael saat dihubungi Okezone lewat sambungan telefon.

Sebagai langkah pencegahan, sambung dr Michael, mestinya sebelum operasi persiapan mental dan fisik Titi Wati harus benar-benar dipersiapkan. Karena dia terbiasa makan banyak, jadilah pertumbuhan badannya tidak terkontrol.

Dari sisi psikologi, mestinya dipersiapkan agar pikiran Titi Wati positif. Terutama soal dietnya dan mengubah pola makan harus dilakukan secara perlahan-lahan. "Ini (gaya hidupnya-red) berubah drastis karena tidak ada persiapan sama sekali," tambahnya.

Nah, untuk mengembalikan kondisi badannya supaya mudah bergerak, Titi Wati juga harus ditangani oleh ahli fisioterapi. Karena kegemukan, kondisi ototnya jadi menyusut dan membuatnya sulit bergerak.

Baca Juga: Disebut Prabowo Gaji Lebih Kecil dari Tukang Parkir, Dokter Ini Rela Dibayar Pakai Sayur!

"Karena tidak mampu memobilisasi diri sendiri, seperti sulit berdiri, duduk, dan jalan terapinya dibantu dengan dokter rehabilitasi medik. Setelah itu ditingkatkan dengan olahraga," jelas dia.

Cara tersebut, menurut dr Michael, dapat melatih ototnya dan sendinya satu per satu. Untuk memastikan lagi, pemeriksaan selanjutnya harus dipantau rutin oleh tim dokternya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini