Debat Pilpres Wajar jika Prabowo dan Jokowi Keringat Dingin, Ini Penjelasannya

Bagas Taruna , Jurnalis · Kamis 17 Januari 2019 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 17 481 2005852 debat-pilpres-wajar-jika-prabowo-dan-jokowi-keringat-dingin-ini-penjelasannya-ln7yQqcjLO.jpg Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto. (Foto: Okezone)

DEBAT perdana Pilpres untuk penegasan visi dan misi calon presiden dan wakil presiden 2019 akan digelar nanti malam. Sejumlah persiapan telah dilaksanakan, begitu pun dengan kesiapan mental dari para calon capres dan cawapres.

Meski menyandang gelar tinggi, toh mereka juga manusia biasa. Bisa jadi, meskipun mental sudah disiapkan tapi secara alami tubuh akan memberikan respons yang tidak diharapkan. Entah karena tekanan ataupun konsentrasi yang tinggi, tubuh manusia bisa mengeluarkan keringat bahkan di udara dingin sekalipun.

Meski dipastikan lokasi berlangsungnya debat ini akan memiliki pendingin ruangan alias air conditioner (AC), baik pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno masih bisa keringat dingin ketika perdebatan berlangsung.

Baca Juga: Bintang Porno Ikutan 10 Years Challenge, Nomor 2 Bikin Kamu Senyum-Senyum Sendiri!

Lantas, kenapa manusia bisa keringat dingin di ruangan yang ber-AC? Bukankah keringat itu akan beralih ke kandung kemih dan berubah menjadi air seni? Mengutip dari Medicalnewstoday, penyebab keringat yang bercucuran itu karena faktor stres dan psikis seseorang.

Pada umumnya manusia punya 2-4 juta kelenjar keringat dan terbagi menjadi dua. Adalah ekrin, kelenjar yang mengatur suhu pada seluruh tubuh. Ekrin biasanya akan meredakan suhu badan ketika terlalu tinggi. Sedangkan kelenjar lainnya bernama apokrin, bisa dijumpai pada daerah selangkangan dan ketiak.

Keringat karena hawa panas dipicu oleh kelenjar apokrin. Kelenjar ini pun bekerja karena stres yang meningkat atau perubahan pada hormon. Jika hormon endorfin yang dilepas semakin banyak, maka bisa membuka kelenjar keringat sang penderita. Alhasil, manusia yang tengah tertekan bisa keringat dingin karena kelenjar itu sedang aktif.

Meski ruangan debat akan mempunyai fasilitas AC sekalipun, kondisi itu tidak menyurutkan calon capres dan cawapres dari tekanan. Tidak heran, jika semakin tertekan maka keringat dingin makin cepat mengucur.

Baca Juga: 6 Zodiak yang Diramal Bakal Tajir Melintir di 2019

Gejala dari kepanikan ini bisa dilihat pada detak jantung penderita yang meningkat. Biasanya, tingkah laku penderita akan terlihat aneh dan punya ritme napas yang tak beraturan atau cepat. Aliran darah pada saluran pencernaan si penderita juga menurun, sehingga rongga mulutnya kering karena kurangnya produksi air liur.

Keringat dingin pun tak terelakkan meski suhu ruangan terbilang dingin. Bagaimana jika Anda yang berada di posisi calon capres dan cawapres sekarang? Akankah Anda juga berkeringat dingin nantinya?

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini