Gebi Ramadhan Meninggal di Usia Muda, Cegah Kanker Hati dengan 3 Cara Ini

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 17 Januari 2019 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 17 481 2005895 gebi-ramadhan-meninggal-di-usia-muda-cegah-kanker-hati-dengan-3-cara-ini-xxqVqyLpeO.jpg Kenali gejala dan cegah kanker hati (Foto: Findatopdoc)

Meninggalnya komika Gebi Ramadhan karena kanker hati di usia muda perlu menjadi perhatian banyak orang. Sebab ternyata, penyakit ini tak hanya menyerang orang lanjut usia tetapi juga bisa terjadi di usia muda meskipun jarang terjadi. Tapi satu hal yang pasti, kanker hati tergolong penyakit mematikan.

Menurut ahli hepatologi dr Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH, angka mortalitas kanker hati mencapai 0,95. Artinya dari 100 orang yang terkena kanker hati, 95 orang diantaranya akan meninggal dunia karena penyakit tersebut. Hal ini dilatarbelakangi oleh terlambatnya penanganan kanker hati.

"Kanker hati sebetulnya bisa diobati kalau ditemukan dalam stadium awal. Jadi hati bisa dipotong dengan jalan operasi, lalu sembuh. Tapi sayangnya, sebagian besar datang di stadium lanjut sehingga dioperasi pun tidak bisa," ungkap dr Irsan saat dihubungi Okezone melalui sambungan telepon.

Dirinya menuturkan, berdasarkan data di RSCM, sekira 30% pasien kanker hati sudah berada di tahap ujung alias stadium akhir yang paling parah. Sebenarnya ada beberapa pilihan pengobatan untuk kanker hati.

kanker hati

Namun ketika kondisinya sudah terlampau parah, pengobatan yang bisa dilakukan hanyalah istirahat yang cukup, menjaga makan, serta konsumsi obat anti nyeri dan mual. Sebab angka kesembuhannya minim dan ibarat kata tinggal menunggu waktu.

"Mengapa bisa demikian, karena pada fase awal kanker hati tidak terasa. Beda dengan kanker paru yang ditandai dengan batuk, kanker payudara timbul benjolan, atau kanker prostat yang membuat buang air kecil susah. Kalau kanker hati tidak ada nyeri, biasa-biasa saja. Baru setelah semakin besar mulai ada keluhan," jelas dr Irsan.

Tapi masalah tidak berhenti sampai di situ. Kalaupun timbul keluhan seperti nyeri, gejalanya tidak spesifik sehingga sulit didiagnosis itu adalah kanker hati. Keluhan pasien biasanya nyeri di bagian perut atas dan terasa mual yang hampir mirip dengan sakit maag.

"Kanker hati dengan pemeriksaan fisik saja tidak terdeteksi, harus dengan USG. Tapi siapa sih yang berobat ke dokter umum tiba-tiba langsung disuruh USG, tidak begitu caranya. Ada dugaan maag maka akan dikasih obat maag dulu," papar dr Irsan.

Berdasarkan pemaparan di atas yang menyatakan kanker hati datang tanpa gejala, maka masyarakat harus lebih waspada. Ada sejumlah cara yang bisa mencegah terjadinya penyakit tersebut. Melansir Mayo Clinic, ini cara yang bisa dilakukan :

Mengurangi risiko sirosis Anda

Salah satu faktor risiko kanker hati adalah terjadinya sirosis hati atau perlemakan hati. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai dari obesitas, konsumsi alkohol, hingga paparan bahan kimia. Untuk itu, masyarakat perlu menerapkan pola hidup sehat guna menjaga berat badan ideal. Sebisa mungkin hindari minum alkohol dan berhati-hati dengan bahan kimia.

Dapatkan vaksinasi hepatitis B

Faktor risiko lain yang meningkatkan kemungkinan terkena kanker hati adalah memiliki hepatitis. Hepatitis terbagi menjadi beberapa jenis. Untuk hepatitis A dapat disembuhkan dengan mudah. Kemudian untuk hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi. Sedangkan untuk hepatitis C yang tidak bisa dicegah dengan vaksinasi adalah melakukan hubungan seksual dengan aman dan jangan bergonta-ganti pasangan. Hindari pula penggunaan jarum suntik yang tidak steril.

Skrining hati

Apabila seseorang memiliki faktor risiko seperti berusia lanjut dan terkena sirosis hati atau terserang hepatitis, ada baiknya melakukan pemeriksaan USG hati untuk mendeteksi kanker hati sejak awal. Berkonsultasilah kepada dokter mengenai cara ini.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini