nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemain Film Porno Doyan Berpakaian Suster hingga Hijab, Apa Alasannya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 17 Januari 2019 23:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 17 485 2005959 pemain-film-porno-doyan-berpakaian-suster-hingga-hijab-apa-alasannya-TmoBA4CLCX.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

INDUSTRI film porno memang menjadi salah satu ranah bisnis yang cukup menjanjikan. Beberapa industri film porno bahkan berkembang pesat.

Mereka pun semakin banyak menciptakan konten baru, seperti fantasi seks dengan kostum atau seragam khusus. Penyuka kategori ini pun bisa dikatakan banyak.

Melihat fenomena ini, Psikolog Inez Kristanti menjelaskan bahwa sebetulnya keberadaan role playing seperti pemain menggunakan seragam itu sudah lama terjadi. Ini berkaitan dengan fantasi liar seseorang terhadap hal yang bisa dibilang unik.

Baca Juga: Bintang Porno Ikutan 10 Years Challenge, Nomor 2 Bikin Kamu Senyum-Senyum Sendiri!

"Pada dasarnya role playing dengan menggunakan kostum itu memungkinkan seseorang "escaping reality", seseorang jadi berkesempatan untuk berperilaku berbeda dengan dirinya yang sebenarnya," terang Inez pada Okezone melalui pesan WhatsApp.

Kategori ini bisa menjadi hal yang menarik bagi sebagian orang. Kemudian, sambung Inez, dengan kostum-kostum tersebut, seseorang bisa memenuhi kebutuhan dan "desire" tertentu.

Misalnya seseorang yang sebenarnya memiliki kebutuhan untuk menjadi orang yang dominan, tetapi di kehidupan nyata dia tidak bisa benar-benar merealisasikan keinginannya tersebut. Pada beberapa kasus, contoh sederhana dari kondisi ini adalah saat seseorang ingin menjadi police officer.

Baca Juga: Ini Pacar Kapten Newcastle yang Mirip Kim Kardashian, Sama Seksinya!

Lebih lanjut dia menjelaskan, bermain peran juga bisa dengan menjadi sosok yang "innocent". Ini bisa dilihat semakin banyaknya pemeran bokep yang menggunakan kostum seperti pelajar, librarian, atau suster. Bahkan, beberapa juga menampilkan sosok perempuan berhijab.

"Hal ini bisa difantasikan sebagai sesuatu yang sangat berbeda, yang cukup ekspresif secara seksual. Kontras antara innocence dan ekspresi seksual ini membuatnya menjadi menarik," papar Inez.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini