nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Pilu Hitler yang Tak Pernah Berhubungan Seks dengan Istrinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 18 Januari 2019 20:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 18 196 2006347 kisah-pilu-hitler-yang-tak-pernah-berhubungan-seks-dengan-istrinya-rCVn6lBNRt.jpg Eva Braun dan Adolf Hitler (Foto: Dailystar)

ANDA pasti sudah tidak asing dengan sosok Adolf Hitler yang sangat terkenal sebagai ketua partai Nazi. Pria berkebangsaan Austria ini memang sangat terkenal karena sikapnya yang tegas dan keji. Namun, di balik sifatnya yang keji, terdapat sebuah rahasia menarik yang tidak diketahui semua orang.

Seorang profesor bernama Thomas Lundmark telah menyelesaikan biografi otoratif kehidupan Eva Braun. Sebagaimana diketahui Eva Braun adalah istri dari Adolf Hitler yang bekerja sebagai kanselir sekaligus diktator yang paling ditakuti di Jerman.

Profesor Thomas mengatakan bahwa Braun kemungkinan menderita sindrom Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser (MRKH). Ini adalah sebuah kondisi langka yang terjadi ketika bayi yang belum lahir gagal untuk sepenuhnya mengembangkan sistem reproduksi.

 Baca Juga: Mengintip Pesona Istana Alhambra, Lokasi Syuting Memories of The Alhambra

Sindrom ini akan memberikan mereka rahim dan saluran vagina yang pendek dan sempit, bahkan dalam kasus tertentu vagina mereka seperti tampak menghilang. Orang-orang dengan sindrom MRKH akan mengalami sakit saat berhubungan seks. Alhasil mereka banyak mencari jalan keluar dengan melakukan bedah, termasuk dalam kasus Eva Braun.

Meski tidak ada pernyataan resmi yang mengatakan Braun melakukan operasi pembedahan karena vaginanya yang sempit, namun kesaksian orang yang mengenal Braun secara pribadi memberi penjelasan lebih lanjut tentang sifat hubungannya dengan pemimpin Nazi tersebut.

Selama perjalanan ke Roma, Eva mengaku kepada penerjemahnya yang merupakan diplomat Nazi, Eugen Dollmann, bahwa ia tidak pernah berhubungan intim dengan Hitler. Dollman pun menceritakan ingatannya tentang masalah yang dialami oleh Braun.

 

“Misi, misi, misi adalah hal yang ada dalam pikirannya. Gagasan tentang kontak fisik bisa menjadi kontaminasi misinya. Berkali-kali menyaksikan matahari bersama, Hitler mengaku kepada saya, bahwa dia hanya bisa mencintai Jerman,” tutur Dollmann, sebagaimana dilansir Daily Star, Jumat (18/1/2019).

 Baca Juga: Kulineran Fatih Seferagic, Ditantang Ridwan Kamil Makan Durian Mukanya Langsung Merah!

“Pemuda Jerman yang memandangnya sebagai contoh, tidak harus kecewa dengan kisah cinta yang memilukan ini. Pasalnya mereka akan kehilangan kepercayaan jika melakukan hal tersebut,” lanjutnya.

Dalam pandangan Profesor Lundmark, tidak ada alasan untuk meragukan kesaksian Dollmann, terlebih ketika ia membuat sebuah cerita yang kurang sopan. Selain itu profesor juga mengutip dokter pribadi Hitler, Dr Karl Brandt dan dua sekertarisnya, Gertraud Junge dan Christa Schroeder yang menolak anggapan bahwa ada hubungan seksual dengan Braun.

 

“Tidak ada bukti. Kami tidak dapat menemukan apa-apa sama sekali, begitu pula para pelayan perempuan. Tidak seorang pun, bahkan para pelayan pun tidak menemukan apapun. Istri saya selalu sangat ingin tahu. Ia akan memeriksa binatu ketika Hitler pergi. Tidak ada, tidak ada, tidak ada,” tutur salah satu pengurus rumah Hitler, Herbert Dohring.

Bahkan Hitler sendiri dalam surat wasiat terakhirnya menyarankan hubungan platonis ketika ia memuji Braun karena persahabatan setia selama bertahun-tahun. Satu-satunya yang ia katakan tentang cinta adalah cinta untuk bangsanya.

“Tidak ada orang dekat dengan Eva yang berpendapat bahwa mereka memiliki hubungan romantis, bahkan orangtuanya. Ia tidak pernah memberi tahu siapapun bahwa ada catatan tentang hal itu. Jadi kemungkinan mereka memiliki keintiman yang nihil,” tutur Profesor Lundmark.

Profesor mengatakan Hitler menggunakan Eva sebagai perisai dari spekulasi tentang kehidupan pribadinya. Ia benar-benar hidup untuk Hitler dan Hitler telah memanfaatkannya. Sebagaimana diketahui Hitler dan Eva menikah di Bunker Reichstag pada 1945 tak lama sebelum mereka bunuh diri.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini