Kisah Wanita yang Tergila-gila Hisap Shisha, Rela Sampai ke Turki!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 20 Januari 2019 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 18 196 2006494 kisah-wanita-yang-tergila-gila-hisap-shisha-rela-sampai-ke-turki-PQZ73U0FpQ.jpg Linda Hasibuan berbagi pengalaman sebagai penghisap shisha (Foto: Istimewa)

Shisha menjadi alat sosial yang terbilang mewah. Tidak sembarang orang bisa menikmati "rokok" yang satu ini.

Bisa dikatakan mewah karena selain dari harganya yang terbilang mahal, rokok shisha juga biasanya menawarkan dunia sosial yang berbeda dari lokasi "nongkrong" pada umumnya.

Namun, bagi Linda Hasibuan, shisha sudah menjadi teman malamnya yang selalu dia "nikmati" 2 kali dalam seminggu. Khusus pada Okezone, Linda menceritakan pengalamannya tergila-gila dengan barang yang satu ini.

"Shisha itu menawarkan kepuasan tersendiri, khususnya masalah flavour," terangnya saat diwawancarai Okezone, Kamis 17 Januari /2019.

Ya, flavour yang kemudian membuat wanita karier berusia 27 tahun satu ini tergila-gila dengan shisha. Apalagi rasa peach+ice bubble gum+mint yang menurutnya "gue banget".

rokok

Flavour ini juga yang menurut Linda menjadi pembeda antara shisha dengan rokok konvensional. Bahkan, tidak sebatas rasa, Linda menilai rokok konvensional itu tidak menyenangkan.

"Kalau ngisep rokok konvesional, bukan cuma bau di baju atau di mulut, tapi sampai bikin bau rambut dan barang-barang. Beda sama shisha yang malah bikin wangi," terangnya.

Nge-Shisha Sampai ke Turki

Saking Linda addicted dengan shisha, dia rela pergi ke Turki untuk bisa menjajal langsung shisha timur tengah. Pengalaman dia di sana mengagetkan sekaligus menyenangkan.

"Rasa shisha di Indonesia dengan Turki beda banget. Kalau di Turki, rasa shisha biasanya itu rempah-rempah dan cenderung soft, ini karena cuacanya dingin," ceritanya dengan semangat.

Nah, kalau shisha di indonesia, rasanya itu cenderung "kenceng" dan arang yang digunakan pun berbeda. Ya, menurut Linda, arang yang dipakai di Turki itu diracik sendiri dan tidak seperti di Indonesia yang masih snagat konvensional.

penghisap shisha

"Pas nge-shisha di Turki, nggak ada tuh suara blubuk-blubuk saat shisha disedot, asyik banget pokoknya," ujarnya.

Saat di Turki, Linda ternyata mengubah rasa yang biasanya dia pilih. Di Turki, Linda menjajal double apple. Rasanya yang khas membuat tubuh dia kala itu terasa lebih hangat.

Bicara harga, shisha di Turki menurut penjelasan Linda jika dirupiahkan itu sekitar Rp 150 ribu. Sementara itu, kebanyakan shisha di Indonesia mematok harga mulai dari Rp 99 ribu.

Shisha dan Gaya Hidup

Linda termasuk perempuan yang addicted dengan shisha. Padahal, dia mengaku bahwa dulu sama sekali tidak suka. Tapi, karena jajal dan malah ketagihan, sekarang ini Linda bisa menyisihkan waktu 2 kali seminggu untuk nge-shisha.

penghisap shisha

Kebiasaan ini juga dia jadikan sebagai gaya hidup. Saat nge-shisha, biasanya Linda membagikannya ke sosial media. Perempuan berambut blonde ini punya alasan khusus.

"Aku share aktivitas aku saat nge-shisha biar orang-orang tau bagaimana jati diri aku. Lagipula, aku share juga biar cari komunitas. Jadi, kalau ada orang yang punya hobi sama, ya, bisa nge-shisha bareng," paparnya.

Linda

Bicara berapa lama biasanya Linda nongkrong sambil nge-shisha, dia menjelaskan bahwa durasi ngisepnya itu sekitar 2 sampai 3 jam. Hal ini bisa terbilang lama karena dia gunakan shisha sebagai hiburan saat dia nongkrong bersama sahabat.

Linda sendiri kalau untuk di Jakarta, biasanya melakukan hobi ini di bilangan Jakarta Selatan. Alasannya klise, karena dekat dengan kantor dan pilihan "rumah shisha"-nya banyak dan lokasi itu sudah menjadi langganannya.

Pengalaman Buruk dengan Shisha

Linda menuturkan bahwa sekali pun dia sekarang sudah cinta dengan shisha, dirinya pernah punya pengalaman buruk dengan "rokok" yang satu ini.

"Di awal-awal nyoba, aku sempat pusing dan mual kayak masuk angin. Ya, mungkin belum biasa. Tapi, lama kelamaan malah ketagihan dan suka banget," ceritanya.

Linda

Perempuan kelahiran 16 Februari ini pun memberikan sedikit saran agar Anda yang baru mau jajal shisha tetap aman dan dapat kenikmatannya.

"Hal pertama itu pastikan perut tidak kosong. Sebab, Anda mau memasukkan angin ke tubuh dan kalau perut kosong, yang ada masuk angin. Bikin kepala pusing dan mual-mual," sarannya.

Linda

Selain itu, sambung Linda, usahakan untuk tidak nge-shisha sambil makan atau ngemil, bahkan sambil minum kopi atau jus.

"Ini rasanya nggak enak banget. Kalau aku pribadi, kayak ada sesuatu yang nyangkut di tenggorokan kalau nge-shisha sambil makan," katanya.

Linda menambahkan bahwa nge-shisha itu jangan dijadikan sebagai cara untuk mengalihkan rokok konvensional, karena rasa dan cara pakainya berbeda. Shisha itu harus dijadikan sebagai "social smoker"!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini