nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atasi Limbah Sisa Makanan, Pria Ini Pelihara 1 Miliar Kecoa!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 18 Januari 2019 16:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 18 298 2006305 atasi-limbah-sisa-makanan-pria-ini-pelihara-1-miliar-kecoa-tndmD1GXyT.png Memelihara 1 miliar kecoa (Foto: Netshark)

DALAM kehidupan, Anda pasti pernah menyisakan makanan, baik yang dimakan di rumah maupun restoran. Sisa makanan ini dikenal dengan sebutan food waste. Tanpa Anda sadari sisa makanan yang dibuang setiap harinya akan semakin menumpuk, dan lama kelamaan makanan ini akan menimbulkan ancaman berupa penyakit berbahaya.

Alhasil untuk menghindari penumpukan sisa makanan yang semakin menggunung, sebuah pabrik di China timur, menggunakan satu miliar kecoa untuk membantu proses pemusnahan sisa makanan setiap harinya. Pabrik ini berlokasi di Jinan, provinsi Shandong.

Kabarnya pabrik ini menerima kiriman 55 ton limbah dapur setiap harinya. Secara keseluruhan mereka menampung 1,3 miliar ton makanan yang terbuang setiap harinya. Tentunya Anda bisa membayangkan, betapa banyaknya gunungan sisa makanan yang mubazir dan berakhir menjadi penyakit jika tidak dikelola dengan baik.

Baca juga:

Sebagaimana dilansir dari Next Shark, Jumat (18/1/2019), limbah makanan yang beratnya sekira tujuh gajah dewasa ini dikirim ke sebuah pabrik yang dikelola oleh Shandong Qiaobin Agricultural Technology. Sisa makanan tersebut diolah menjadi sebuah campuran yang lembek sebelum dialirkan kepada para kecoa melalui pipa.

Selain mengonsumsi limbah, kecoa juga menghasilkan panas yang sangat membantu untuk menanam sayuran. Ketika mati, tubuh para kecoa ini digiling dan dipanggang untuk menjadi makanan ternak.

Pendiri Shandong Qiaobin, Li Yanrong, sebelumnya bekerja untuk sebuah perusahaan farmasi sebelum membangun kebun kecoa seluas 6.300 meter persegi di distrik Zhangqiu. Ia terinspirasi oleh klip kartun yang ia tonton bersama putrinya. Dari situ ia melihat bahwa kecoa mampu bertahan hidup selama 90 hari tanpa makanan dan 40 hari tanpa air.

“Sebagian besar sampah dapur di kota dikubur di tempat pembuangan sampah. Saya pikir, memanfaatkan karakter kecoa yang rakus bisa membantu untuk mengatasi limbah,” terang Li.

Li mendirikan bisnisnya pada 2011, ia memperoleh enam paten dan mengajukan 36 aplikasi untuk pertanian. Ia juga telah menciptakan kecoa Amerika yang terbesar dari semua spesies umum dengan siklus hidup terpanjang.

Pengusaha itu mengaku bahwa beberapa orang takut ketika melihat kecoa yang dipeliharanya. Mereka rata-rata hidup selama 300 hari dan terkadang kecoa tersebut berhasil kabur dari kandangnya. Meski demikian, ia telah menyiapkan cara untuk mengatasi hal tersebut.

“Beberapa langkah pengisolasian telah diambil. Ada tirai air di setiap pintu masuk. Selain itu Li juga menanam ikan yang memangsa kecoa,” lanjutnya.

Rencananya, Shandong Qiaobin berencana untuk membangun tiga pabrik kecoa lagi pada tahun ini. Jika semuanya berjalan dengan baik, maka serangga-serangga ini bisa memproses sepertiga dari total limbah makanan di Jinan.

Selain mengubah kecoa menjadi pakan ternak, perusahaan juga akan mengeksplorasi kemungkinan untuk membuat hewan ini menjadi pil diet dan kosmetik berprotein tinggi. Hal ini sesuai dengan moto perusahaan yang ingin mengubah sampah menjadi sumber daya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini