Pasien BPJS Kesehatan Mau Naik Kelas Rawat Inap, Bisa Gak Sih?

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 18 Januari 2019 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 18 481 2006311 pasien-bpjs-kesehatan-mau-naik-kelas-rawat-inap-bisa-gak-sih-nDgv1z3Srl.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DEMI mendapatkan pelayanan terbaik saat berobat di rumah sakit, peserta BPJS Kesehatan rela naik kelas dari kepesertaan aslinya. Pasti mereka membayar selisih yang sudah ditentukan sesuai peraturan.

Sayangnya, saat ini Anda tidak boleh sembarangan minta naik kelas, walaupun mampu bayar selisih mahal. Ada Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) Nomor 51 Tahun 2018, mengatur jenis pelayanan kesehatan, yang dapat menimbulkan penyalahgunaan dalam Program JKN-KIS. Termasuk dari sisi urun bayar dan selisih biaya.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief, mengatakan bahwa selisih biaya itu ditetapkan karena peserta selalu ingin menghendaki pelayanan yang terbaik setiap berobat. Baik itu dalam pelayanan rawat jalan dan inap.

Baca Juga: Ini Pacar Kapten Newcastle yang Mirip Kim Kardashian, Sama Seksinya!

"Saat rawat jalan kenaikan hak, peserta minta dilayani di poliklinik eksekutif, maka yang bersangkutan mendapatkan selisih biaya," ujar Budi saat ditemui di Gedung BPJS Kesehatan, kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (18/1/2019).

Sementara itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf menambahkan, untuk rawat inap jika sebelumnya pasien boleh bebas naik kelas di tingkat berapa pun, kemudian bayar selisih mahal, kini peserta hanya boleh minta naik kelas 1 tingkat.

"Sebelumnya boleh naik dua tingkat. Sekarang tidak bisa dari kelas 3 naik ke kelas 1. Khusus kelas 1 ke VIP, selisihnya tidak boleh lebih dr 75 persen dari INACBGs kelas 1," kata Iqbal.

Baca Juga: Seksinya Sopir Truk asal Jepang Sasaki, Bikin Pria Nyesel Gak Jadi Kernetnya!

Sedangkan untuk rawat jalan, sambung dia, peserta harus membayar biaya paket pelayanan rawat jalan eksekutif, paling banyak Rp400.000 untuk setiap episode rawat jalan.

Mulai sekarang, tambahnya, fasilitas kesehatan harus memberi informasi kepada peserta atau keluarganya, tentang biaya pelayanan yang ditanggung BPJS Kesehatan. Beri tahu juga berapa selisih biaya yang harus ditanggung peserta. "Baik peserta atau pun keluarganya juga harus menyatakan kesediaannya membayar selisih biaya sebelum mendapatkan pelayanan,” tutup Iqbal.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini