Leptospirosis Mengintai di Musim Hujan, Begini Cara Mencegahnya

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 18 Januari 2019 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 18 481 2006334 leptospirosis-mengintai-di-musim-hujan-begini-cara-mencegahnya-535aFkT4d9.jpg Tikus (Foto: Snopes)

PEMERINTAH daerah Gunungkidul, Yogyakarta melalui dinas kesehatan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran penyakit leptospirosis. Imbauan ini muncul setelah adanya laporan jika di awal tahun 2019 sudah ada 3 orang yang terserang penyakit ini. Bahkan satu di antaranya meninggal dunia.

Penyebaran penyakit leptospirosis ada baiknya bukan hanya menjadi perhatian masyarakat Gunungkidul. Sebab penyakit tersebut berasal dari hewan terutama hewan ternak, dan tikus. Di musim hujan seperti sekarang ini, kasus leptospirosis akan meningkat karena banyaknya genangan air yang bisa menjadi media penyebar penyakit. Terlebih hewan seperti tikus biasanya hidup liar dan buang air sembarangan.

 Baca Juga: Pilah Pilih Alat Isap Fenomenal, Siap Tinggalkan Rokokmu?

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, Jumat (18/1/2019), dari WebMD, penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans. Bakteri ini berasal dari hewan dan hidup di ginjalnya. Bakteri dapat terbawa keluar melalui urine hewan yang tercampur di tanah maupun air. Bila masuk ke tubuh manusia, bakteri ini dapat menginfeksi.

Dalam kebanyakan kasus, leptospirosis menyebabkan flu selama seminggu. Tapi pada kasus yang lebih parah, penyakit akan membaik dan kemudian kambuh lagi. Kondisi ini disebut penyakit Weil yang membuat nyeri dada serta lengan dan kaki bengkak sehingga untuk penyembuhannya pasien membutuhkan rawat inap. Bahkan penyakit ini dapat menyebabkan gagal ginjal, meningitis, masalah paru-paru, dan merusak organ tubuh.

 Baca Juga: Mengintip Pesona Istana Alhambra, Lokasi Syuting Memories of The Alhambra

Pada orang-orang dengan profesi tertentu seperti petani, dokter hewan, pekerja bawah tanah, dan pekerja di pemotongan hewan, risiko terinfeksi leptospirosis menjadi lebih tinggi. Begitu juga dengan mereka yang berenang atau berkemah di dekat danau dan sungai yang tercemar bakteri. Selain itu, leptospirosis sering ditemukan di daerah beriklim hangat termasuk Indonesia.

Oleh karenanya, penting bagi masyarakat untuk mengetahui gejala dan cara pencegahan leptospirosis. Gejala penyakit ini meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, kulit dan mata menguning, muntah, diare, serta ruam kulit.

Untuk menentukan seseorang terserang penyakit ini atau tidak, biasanya dibutuhkan tes darah sebab gejalanya hampir mirip dengan penyakit lain. Mereka yang positif terinfeksi leptospirosis biasanya diobati dengan antibiotik termasuk penisilin dan doksisiklin serta ibuprofen.

 Baca Juga: Kulineran Fatih Seferagic, Ditantang Ridwan Kamil Makan Durian Mukanya Langsung Merah!

Sementara itu, beberapa langkah untuk mencegah penyakit ini antara lain:

Hindari air yang terkontaminasi

Selalu usahakan untuk meminum air bersih yang tidak terkontaminasi. Hindari berenang di danau.

Menjauh dari hewan yang terinfeksi

Tikus liar dan hewan pengerat lainnya adalah pembawa utama bakteri. Usahakan untuk tidak bersentuhan langsung dengan hewan tersebut.

Gunakan desinfektan

Larutan asam dan yodium sangat mematikan bagi bakteri. Gunakan desinfektan tersebut di tangan. Selain itu, pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan rajin membersihkan diri sehabis bepergian.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini