nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hal Penting Sebelum Membeli Liquid Vape, Perhatikan Rasa hingga Level Nikotin

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 20 Januari 2019 07:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 18 481 2006492 hal-penting-sebelum-membeli-liquid-vape-perhatikan-rasa-hingga-level-nikotin-89VX3em7M5.jpg Tips beli liquid vape (Foto: Movetovape)

KEBIASAAN merokok memang sulit untuk dihilangkan, apalagi bagi orang-orang yang sudah sangat lama menjadi perokok aktif.

Namun seiring berkembangnya zaman, kini para perokok tak hanya disediakan pilihan rokok-rokok konvensional akan tetapi juga rokok elektrik yang biasa disebut vape. Di mana kabarnya, merokok dengan vape alias rokok elektrik ini diklaim tidak seburuk rokok konvensional pada umumnya sehingga mungkin banyak dipilih oleh para perokok sebagai alternatif.

Merokok eletrik dengan vape ini, juga tak sembarangan bisa dilakukan. Ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika membeli liquid vape alias cairan vape tersebut. Apa saja? Merangkum berbagai sumber, berikut di bawah ini paparan singkat hal-hal apa saja yang harus diperhatikan ketika hendak membeli liquid vape.

 BACA JUGA : Kepergok Minum Arak, Gelar Ratu Kecantikan di Malaysia Ini Dicopot

1. Cita rasa

Pilihan rasa liquid vape tidak terbatas, para produsen e-liquid terus berinovasi dengan menghadirkan rasa yang pastinya sesuai dengan selera para pengguna. Apakah Anda suka buah? Apakah Anda menyukai rasa minty? Atau Anda ingin cokelat dan kopi? Sebut saja! Jadi, ketika Anda membeli liquid vape jus elektronik untuk alat vape, cari rasa yang menurut paling memuaskan. Pilih sesuatu yang memiliki selera tinggi sehingga dapat memiliki pengalaman yang menyenangkan. Sebagai tips, jika baru mengenal vaping, cobalah rasa yang berbeda dan lihat mana yang memiliki rasa paling enak.

2. Level nikotin

Bicara soal level nikotin, ini disebutkan akan tergantung pada seberapa kuat rasanya yang kita inginkan. Biasanya, orang yang telah menjadi perokok berat tetapi telah memutuskan untuk beralih ke vaping dimulai dengan level nikotin yang kuat. Level nikotinnya sendiri ada yang kuat, sedang, dan bahkan disebutkan ada e-juices yang tidak mengandung nikotin. Untuk yang tinggi di angka 18mg hingga 36mg, yang medium ada di angka : 9mg sampai 16mg untuk perokok kasual yang biasanya mengonsumsi setengah hingga satu bungkus rokok per harinya. Lalu ada yang rendah, di level 6mg hingga di bawah 6mg untuk perokok ringan yang biasanya mengonsumsi kurang dari setengah bungkuk rokok per hari.

 

3. Keamanan

Salah satu hal terpenting yang harus Anda periksa saat melakukan pembelian e-liquid adalah keamanannya. Hindari produk murah yang kemungkinan didistribusikan di pasar gelap. Sebelum membeli sesuatu, Anda harus memastikan bahwa produk-produk tersebut berasal dari produsen berlisensi atau yang diakui.

 

4. PG dan VG

E-liquid terdiri dari Propylene Glycol (PG), Vegetable Glycerol (VG), atau kombinasi keduanya. PG memberikan lebih banyak rasa, tetapi menghasilkan uap yang lemah. VG lebih kental dan memiliki rasa yang agak manis sehingga sedikit mengurangi rasa, tetapi menghasilkan awan uap yang sangat besar.

Rasio PG dan VG yang umum adalah 40:60, dan banyak pengguna vape yang disebutkan puas dengan rasa dan jumlah uap yang dihasilkan dari campuran ini. Namun, ada orang yang alergi terhadap PG. Maka dari itu jika merasa gatal, gatal-gatal, atau sulit bernapas setelah menguapkan campuran PG atau PG atau VG murni, mungkin perlu mendapatkan campuran VG murni atau setidaknya, e-liquid dengan rasio campuran 80 persen VG dan PG 20 persen.

 BACA JUGA : Kepergok Minum Arak, Gelar Ratu Kecantikan di Malaysia Ini Dicopot

5. Efek di tenggorokan karena kandungan bahan

Biasa disebut dengan sebutan “throat hit”, mengacu mengacu pada perasaan merokok dengan rokok saat menyentuh bagian belakang tenggorokan. Efek rasa ini juga dapat ditemukan saat menguapkan, tetapi sangat tergantung pada jenis e-liquid yang dipilih dan level nikotin (level 8mg) hingga 16mg. Kandungan zat aditif dalam e-liquid, seperti b alkohol, kayu manis, mentol, dan capsaicin (bahan kimia yang membuat cabai terasa pedas) disebutkan juga berpengaruh memberikan berkontribusi terhadap efek rasa sakit di tenggorokan ini. E-liquid dengan lebih banyak propilen glikol sering dapat memberikan ‘tendangan’ yang lebih besar di tenggorokan sedangkan gliserin sayuran mampu menciptakan awan uap yang lebih besar.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini