Benarkah iQOS Dapat Mencegah Kanker?

Tiara Putri, Jurnalis · Minggu 20 Januari 2019 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 18 481 2006518 benarkah-iqos-dapat-mencegah-kanker-sWwvfP8DZ1.jpg Ilustrasi (Foto: Standard)

BEBERAPA tahun lalu produsen rokok terbesar di dunia Philip Morris merilis perangkat heatstick yang diberi nama iQOs. Produk ini sejenis rokok elektrik yang membakar tembakau sehingga tidak menyebabkan asap. Terdapat lubang sekira 3-4cm untuk tempat pembakaran.

Pihak produsen mengatakan produk ini berbeda dengan rokok elektrik yang beredar di pasaran sebab tidak mengeluarkan tembakau dan zat kimia wewangian. Akan tetapi, tak begitu lama klaim tersebut dibantah oleh para peneliti.

Tim peneliti dari University of Bern di Swiss mengatakan bila produk tersebut tetap melepaskan beberapa bahan kimia penyebab kanker yang sama yang ditemukan dalam asap rokok tradisional.

Para peneliti yang diketuai Dr. Reto Auer menganalisis senyawa kimia dan nikotin dalam asap dari rokok tradisional dan dari iQOS. Hasil penelitian menemukan asap yang dikeluarkan dari produk ini tetap memiliki 84% nikotin yang ditemukan dalam rokok tradisional. Hasil ini kemudian diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine.

Dalam penelitian juga ditemukan iQOS melepaskan zat kimia yang terkait dengan kanker termasuk karbon monoksida, senyawa organik yang mudah menguap (VOC) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Tim peneliti terkejut menemukan produk ini bahkan melepaskan beberapa bahan kimia dalam konsentrasi yang jauh lebih tinggi.

“Kami membutuhkan lebih banyak penelitian untuk mencari tahu konsekuensi kesehatan bila merokok menggunakan iQOS. Namun dari hasil penelitian tidak ada batas minimum yang aman untuk beberapa bahan kimia dan beberapa bahan kimia yang dapat berkontribusi pada tingginya angka kematian perokok,” ungkap Dr. Reto seperti yang dikutip Okezone dari Reuters, Minggu (20/1/2019).

Menurutnya, para pengguna iQOS harus diberikan batasan untuk menggunakan produk tersebut sampai ada penelitian lebih lanjut untuk menentukan efek kesehatan jangka panjang.

"Bahan kimia berbahaya hadir dalam asap IQOS, meskipun rata-rata dalam konsentrasi yang lebih rendah. Kita perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui apakah IQOS lebih aman bagi pengguna atau orang yang melihatnya,” tambah Dr Reto.

Berdasarkan hasil temuan, peneliti menyimpulkan produk tembakau yang dipanaskan harus berada di bawah larangan merokok di dalam ruangan, sama seperti larangan rokok konvensional. Ada kekhawatiran tembakau dari produk ini akan mencegah larangan merokok di tempat umum.

"Ini akan membahayakan kesehatan masyarakat dengan mengikis norma sosial tentang penggunaan tembakau,” pungkas seorang ahli.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini