nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vitamin C Vs Kopi, Mana yang Lebih Bikin Segar?

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 19 Januari 2019 21:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 19 481 2006774 vitamin-c-vs-kopi-mana-yang-lebih-bikin-segar-3fxWar7VUx.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DATA dari Institute Transportation and Development (ITDP) menyebut warga ibukota dan sekitarnya menghabiskan rata-rata 400 jam dalam setahun, untuk bepergian menuju dan dari suatu tempat. Kelelahan di jalan ini, nampaknya mampu menurunkan daya tahan tubuh.

Di perjalanan, masyarakat sulit untuk menghindari polusi udara, kemacetan, dan perubahan cuaca. Kondisi itu membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Sebab risiko untuk terpapar virus menjadi lebih tinggi. Salah satu yang paling serang dan membuat tubuh sakit adalah virus flu. Terlebih di musim hujan seperti sekarang ini.

"Selama di perjalanan, masyarakat berada di lingkungan dengan tingkat kebersihan yang tak menentu. Apalagi jika mereka menaiki moda transportasi umum yang biasanya ramai sehingga mudah tertular virus dan kuman," ungkap Dr. Suci Sutinah Diah Suksmasari di Jakarta.

Baca Juga: Jadian Sama Hotman Paris, Intip Potret Pakai Bikini Chef Farah Quinn

"Virus dan kuman bisa dengan mudah terbang lalu menempel pada permukaan benda seperti pegangan dalam kereta dan bus, jok sepeda motor, atau helm ojek online,” tambah dia.

Berdasarkan fakta tersebut, maka konsumsi suplemen menjadi penting bagi masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh. Sistem imun atau kekebalan tubuh selalu bekerja 24 jam 7 hari tanpa henti dan menghadapi tantangan setiap saat.

Oleh karenanya diperlukan proteksi, salah satunya dari vitamin C. Sedangkan saat terpapar polusi dan ruangan yang bersuhu tinggi, vitamin C cenderung tertarik keluar dari tubuh.

“Kebutuhan vitamin C pada tiap orang berbeda. Ada yang butuh sangat tinggi sehingga tak cukup dari makanan saja sehingga suplemen membantu untuk memenuhi kebutuhan. Akan tetapi, suplemen juga harus dikonsumsi secara rutin dan berkelanjutan, karena kalau tidak, tidak memberikan dampak apa-apa,” tambah dokter yang akrab disapa Tina itu.

Dr Tina mengatakan, suplemen lebih baik dikonsumsi pada saat makan. Mengapa demikian? alasannya pertama, untuk menghindari rasa tidak nyaman di perut. "Kedua, vitamin dan mineral akan lebih mudah terserap tubuh bila nebeng dengan makanan lain,” jelasnya.

Baca Juga: Bintang Porno Ikutan 10 Years Challenge, Nomor 2 Bikin Kamu Senyum-Senyum Sendiri!

Selain itu, dia tidak menyarankan mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin C dosis tinggi di malam hari atau sebelum tidur. Sebab pada beberapa orang vitamin C membuatnya merasa segar sehingga akan kesulitan untuk tidur.

“Efeknya tidak seperti kopi yang kalau diminum saat tubuh lelah membuat tidak bisa tidur. Kalau suplemen vitamin C, seperti habis disetrum jadi segar,” pungkas Dr Tina.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini