nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Model Inspiratif yang Lawan Standar Kecantikan Ideal

Senin 21 Januari 2019 16:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 21 194 2007317 10-model-inspiratif-yang-lawan-standar-kecantikan-ideal-v19IAjXeXq.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SELAMA bertahun-tahun, industri permodelan berputar dengan template yang sama. Standar kecantikan seorang model sepertinya hampir sama dan memiliki sedikit keberagaman.

Seorang model, baik pria mau pun wanita, biasanya memiliki badan tinggi, kurus, dan sempurna. Namun, seiring berjalannya waktu, standar kecantikan telah berubah secara perlahan dan semakin banyak model yang ‘berbeda’ dari standar pada umumnya.

Dilansir dari wonderlist, yuk intip beberapa model yang berhasil menginspirasi orang untuk melawan standar kecantikan.

Baca Juga: Selain Puput Nastiti Devi, 5 Polwan Cantik Ini Bikin Kamu Minta Dipenjara di Hatinya

1. Melanie Gaydos

Melanie adalah seorang model pengidap penyakit genetik langka bernama ectodermal dysplasia, yang membuat pertumbuhan gigi, pori-pori, kuku, tulang rawan, dan tulang kerasnya terhambat. Melanie juga memiliki alopecia. Ia buta sebagian karena pertumbuhan bulu matanya menggores matanya.

Selama menjadi model, dia telah bekerja dengan banyak fotografer dan menjadi model untuk berbagai majalah.

2. Shaun Ross

Shaun Ross adalah model asal Amerika berumur 26 tahun. Ia dikenal sebagai model laki-laki albino pertama. Ia memiliki darah campuran Afrika-Amerika dan sering mengalami diskriminasi karena menjadi seorang albino.

Sekarang, Shaun telah bekerja dengan desainer-desainer ternama. Selain itu, ia juga tampil di beberapa campaign dan runaway shows. Ia juga telah tampil di beberapa musik video bersama Beyonce, Katy Perry, dan Lana Del Rey.

Baca Juga: Istri Meninggal Dunia, Ustadz Maulana: Dia Sosok Siti Khadijah, yang Rela Memberikan Hartanya!

3. Winnie Harlow

Winnie Harlow adalah seorang model kelahiran 27 Juli 1994 di Kanada. Pada umur 4 tahun, ia didiagnosis dengan vitiligo, sebuah kondisi kulit kronis, yang ditandai dengan sepigmentasi kulit. Akibat kondisinya ini, ia sering mengalami bullying di sekolahnya yang membuatnya stres dan bahkan hampir bunuh diri.

Namun setelah ditemukan oleh Tyra Banks di Instagram, ia memulai karier modelnya dengan berpartisipasi dalam America’s Next Top Model. Setelah itu, ia telah tampil sebagai brand berbagai merk ternama dan tampil di berbagai majalah.

4. Jamie Brewer

Image result for 20th century fox home entertainment

Jamie Brewer adalah seorang aktris dan model berumur 32 tahun dan menjadi wanita dengan Down Syndrome pertama yang berjalan di atas catwalk di New York Fashion Week 2015. Jamie telah banyak menginspirasi banyak orang seumurannya.

5. Madeline Stuart

Madeline mulai bermimpi jadi model ketika mendatangi sebuah fashion show bersama ibunya pada 2014. Setelah itu, ia berhasil menjadi model profesional dengan Down Syndrome pertama di dunia. Bahkan ia telah meluncurkan label pakaiannya sendiri yang bernama 21 Reasons Why.

6. Andreja Pejic

Lahir di Australia, Andreja merupakan model transgender paling terkenal di dunia. Ia direkrut saat sedang bekerja di Mcdonald’s. Telah sukses, kini Andreja masuk ke jajaran list Top 50 Models oleh models.com dan tampil di beberapa catwalk serta majalah.

7. Alex Minsky

Alex Minsky adalah seorang pensiunan tentara yang menjadi model di usia 28 tahun. Setelah terkena bom pada tur pertamanya di Afghanistan tahun 2009, Alex menghabiskan hari-harinya dalam kondisi koma akibat cidera otak dan mendapat amputasi pada kaki kanannya.

Dia sempat hilang setelah menggunakan narkoba dalam jangka yang cukup lama. Berusaha pulih, Alex beralih ke fitness ketika ia ditawari pekerjaan oleh seorang fashion photographer. Dari situlah karier modelnya berawal.

8. Jillian Mercado

Lahir pada 30 April 1987 di New York City, Jillian Mercado didiagonosis dengan distrofi otot spastik dan harus duduk di kursi roda saat umurnya 3 tahun. Lalu ketika ia mulai tertarik menjadi seorang model, ia mencari model yang seperti dirinya di internet namun tidak menemukan hasilnya.

Akhirnya Jillian belajar fashion marketing di Fashion Institute of Technology in New York. Pada 2011, ia tampil pada campaign pertamanya untuk merek denim dan kemudian menandatangani kontrak dengan IMG Models.

Setelah itu ia telah berkali-kali menjadi model brand ternama dan pernah tampil di majalah Glamour, Cosmopolitan, dan menjadi cover majalah Posture.

9. Nyakim Gatwech

Lahir di Sudan Selatan, Nyakim Gatwech telah menjadi sosok inspirasional bagi banyak orang. Dengan lebih dari 431ribu pengikut di sosial media Instagram, wanita yang dijuluki ‘Queen of Dark’ ini sering mengunggah postingan tentang kepositifan tubuh dan mengajak para pengikutnya untuk menerima tubuh dan warna kulit mereka apa adanya.

Maret lalu, ia pernah berbagi cerita saat sedang dalam perjalanan dengan Uber, supirnya bertanya: “Tidak bermaksud menyinggung, tapi jika kamu diberi uang sebanyak USD10 ribu, apakah kamu akan memutihkan kulit dengan uang itu?” Ia juga mengaku sudah sering menghadapi pertanyaan mengenai warna kulitnya.

10. Ashley Graham

Seorang model Amerika bernama Ashley Graham telah membuktikan bahwa ukuran tubuh tidak menjadi halangan baginya untuk terjun di industri permodelan. Ia telah tampil di berbagai majalah ternama seperti Vogue, Harper’s Bazaar, dan Glamour.

Selain itu, dia juga sering datang ke sekolah-sekolah untuk menyuarakan tentang bagaimana cara menerima diri apa adanya dan menumbuhkan rasa percaya diri atas tubuh sendiri. Ashley juga berpartisipasi dalam misi kemanusiaan bersama Themba Foundation.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini