nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Muasal Camilan Cheetos yang Ditemukan oleh Militer AS

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 19:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 21 298 2007448 muasal-camilan-cheetos-yang-ditemukan-oleh-militer-as-QvQmOPB6RK.jpg Camilan Cheetos ditemukan oleh Militer AS (Foto:Foodbeast)

CAMILAN merupakan salah satu makanan ringan yang sangat nikmat disantap saat waktu luang. Salah satu camilan yang terkenal adalah Cheetos. Ya, snack yang bentuk panjang ini memang sangat terkenal karena rasanya unik dan khas.

Dibalik kenikmatan dan rasa khas yang dimiliki oleh makanan ini, terdapat sebuah sejarah yang menunjukkan bagaimana makanan ini bisa tercipta. Tentunya ada sebuah sejarah menarik tentang Cheetos dimana belum banyak diketahui oleh masyarakat awam.

Sebagaimana dilansir dari Food Beast, Senin (21/1/2019), camilan ringan ini memiliki sejarah dengan keterlibatan militer Amerika Serikat (AS). Pada zaman dahulu, militer AS hanya melakukan penelitian tentang makanan kering selama perang dunia II. Mereka mencari cara untuk membuat makanan tersebut lebih mudah dikemas ke dalam paket makanan untuk tentara.

Baca Juga:

Saat Supermoon Berlangsung, Umat Islam Diimbau Baca Doa Ini

5 Tampilan Tyas Mirasih Pakai Rok Mini, Seksinya Kebangetan!

Pada masa perang tersebut, yang mereka inginkan adalah agar makanan yang dikirim tidak cepat kedaluwarsa. Tentunya makanan yang kedaluwarsa tersebut akan menjadi tengik dan membuat siapapun yang mengonsumsinya menjadi sakit.

Pada saat bersamaan, keju merupakan salah satu makanan favorit masyarakat di dunia. Namun, keju juga memiliki kelemahan karena tidak bisa tahan lama terutama pada saat musim panas.

Salah satu langkah pertama untuk membuat keju menjadi tahan lebih lama adalah pengemulsi garam. Ini merupakan suatu proses yang menciptakan produk seperti keju yang dapat bertahan dalam panas. Militer AS pertama kali memainkan keju sebagai makanannya selama Perang Dunia I dengan memborong 25,5 juta kaleng dari Kraft.

Namun, bertahun-tahun kemudian selama Perang Dunia ke II, militer menginginkan cara-cara baru untuk menyimpan dan mengirimkan keju. Pada awal perang, mereka mulai mempelajari pengeringan dan kompresi.

Mereka mengeluarkan air yang banyak dan mengurangi volume keju. Dengan begitu mereka bisa mengirim lebih banyak makanan dengan satu pengiriman. Keju didehidrasi dengan cara dijalankan melalui ruang pengering dan dipecah menjadi batu bata.

Penelitian ini dilakukan oleh Quartermaster Corp’s Subsistence Research Laboratory, melalui laboratorium USDA di berbagai universitas dan oleh industri terutama Kraft. Saat mengeringkan dan menekan keju, maka terciptalah debu halus yang bisa digunakan untuk memasak.

Pada dasarnya, inilah sejarah bagaimana bubuk keju yang menjadi bahan dasar Cheetos ditemukan. Bubuk pertama dikembangan oleh seorang ilmuwan susu USDA, George Sanders pada 1943. Setelah perang, ada banyak bubuk keju tersisa di gudang militer, dan dari situlah cikal bakal produsen makanan masuk.

Banyak perusahaan membeli bubuk keju tersebut untuk mencampurnya dengan makanan lain dengan tujuan menambah rasa ekstra. Pada 1948, perusahaan Frito membulai debutnya dengan membuat camilan keju Amerika pertama yang dibuat dengan keju kering.

Pendiri perusahaan tersebut adalah pemasok makanan militer dan camilan yang dibuat dari keju yang sudah dikeringkan itu adalah Cheeto. Yakni dibuat dengan mengekstraksi tepung jagung dan air, kemudian digoreng dan akhirnya dilapisi dengan keju Wisconsin yang sudah dikeringkan tersebut. Untuk mempercantik tampilan makanan, keju kering itu pun diberi pewarna makanan bewarna oranye.

(ndr)

Berita Terkait

Rahasia di Balik Makanan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini