nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Percaya atau Tidak, Ini 4 Keanehan di Dunia Medis saat Supermoon

Alma Dwi, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 15:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 21 481 2007289 percaya-atau-tidak-ini-4-keanehan-di-dunia-medis-saat-supermoon-B8S82OMKn5.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

HARI ini fenomena Supermoon atau bulan purnama akan kembali menghiasi langit. Fenomena ini mungkin akan ditungu-tunggu, pasalnya jika langit cerah, bulan purnama akan sedikit membesar dan terlihat lebih terang.

Kecerlangannya akan 15 persen lebih dari purnama biasa. Piringan bulan juga akan mengalami pembesaran sekitar 7 persen terlihat di bumi. Tak hanya itu, fenomena langit ini juga disebut berkaitan dengan sejumlah keanehan dalam bidang kesehatan.

Meskipun fenomena ini tidak dapat dilihat dari Indonesia, namun tetap saja ada beberapa mitos kesehatan yang mengikuti. Melansir Health, Senin (21/1/2019) berikut adalah keanehan kesehatan yang mungkin terjadi saat Supermoon.

Baca Juga: Indonesia Banget! Personel Blackpink Kenakan Kebaya Putih

1. Siklus menstruasi

Siklus menstruasi pada perempuan usia reproduksi berlangsung sekira 28 hari, mirip dengan panjang fase bulan 29 hari. Namun, sebuah studi dalam jurnal Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica 2011 menemukan fakta menarik terkait siklus menstruasi dari 826 wanita berusia 16 hingga 25 tahun.

Hampir 30 persen dari perempuan tersebut ternyata mengalami menstruasi di sekitar bulan purnama. Pengelompokan terbesar berikutnya, perempuan menstruasi selama fase tertentu bulan hanya 12,5 persen dari peserta.

2. Lebih banyak kelahiran

Entah kebetulan atau tidak, tetapi para peneliti pernah melacak 1.000 kelahiran di rumah sakit swasta di Kyoto, Jepang. Padahal, para ibu belum diinduksi.

Mereka menemukan bahwa banyak bayi lahir, ketika bulan semakin dekat dengan bumi. Meski tidak ada hubungan yang jelas karena bulan tidak memiliki daya tarik gravitasi, tetapi peneliti percaya hal ini berkaitan.

Baca Juga: Istri Meninggal Dunia, Ustadz Maulana: Dia Sosok Siti Khadijah, yang Rela Memberikan Hartanya!

3. Mengacaukan siklus tidur

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology, para peserta menghabiskan tiga setengah hari di laboratorium untuk tidur. Di mana mereka tidak bisa melihat jam atau cahaya luar, tetapi mereka dibiarkan tertidur dan bangun seperti biasanya.

Para peneliti Swiss kemudian mengumpulkan data tidur dari 33 orang dan membandingkannya dengan fase bulan. Mereka menemukan bahwa dalam empat hari sebelum dan sesudah bulan purnama, partisipan membutuhkan waktu 5 menit lebih lama untuk tertidur.

Secara keseluruhan, mereka tidur 20 menit lebih lama dan 30 persen di antaranya mengaku sulit tidur nyenyak. Setelah diperiksa, mereka juga memiliki kadar hormon melatonin yang merangsang tidur. Ini adalah salah satu studi pertama untuk membangun hubungan antara tidur dan jam circalunar.

4. Memengaruhi hasil operasi

Para peneliti menemukan, pasien yang menjalani operasi jantung darurat atau disebut diseksi aorta saat bulan purnama, lebih berisiko meninggal dunia dibandingkan dengan pasien yang memiliki operasi yang sama selama du fase bulan lainnya.

Menurut sebuah studi dalam jurnal Interactive Cardiovascular and Thoracic Surgery 2013, pasien yang menjalani operasi selama supermoon atau bulan purnama cenderung tinggal di rumah sakit selama 10 hari, 4 hari lebih pendek dari orang yang menjalani operasi selama siklus bulan lainnya. Namun sayangnya, Anda tidak dapat menjadwalkan operasi jantung darurat.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini