nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Traveling Sehari di Penang Malaysia, Bisa ke Mana Saja?

Dinno Baskoro, Jurnalis · Selasa 22 Januari 2019 11:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 22 406 2007685 traveling-sehari-di-penang-malaysia-bisa-ke-mana-saja-jpjQOo3Vn5.jpg Wisata di Penang Malaysia (Foto:Dinno/Okezone)

 

Vihara Kuan Im, Little India

Rumah ibadah bagi penganut agama Tao di Little India George Town sudah ada sejak tahun 1800. Ini merupakan vihara tertua di Pulau Penang. Bangunannya memang terlihat apik dan sakral.

Sehari-hari, Vihara Kuan Im didatangi pengunjung sebagai destinasi favorit di Penang. Tak sedikit pula bagi penganut agama Tao datang untuk sembahyang.

 

"Kuil ini masih digunakan untuk sembahyang. Biasanya mereka memohon untuk keselamatan, kesehatan dan lain sebagainya," kata James.

Pengunjung yang datang dapat menyaksikan masyarakat Tao beribadah namun tidak boleh mengganggu. Tak ada biaya yang harus dikeluarkan wisatawan untuk bisa masuk ke area ini. Namun jika mau ikut berdoa dan melihat isi di dalam Vihara, kamu hanya perlu mengeluarkan uang 3-5 MYR atau Rp10-17 ribu untuk beli dupa.

Sri Maha Mariamman Indian Temple

Di kawasan Little India ini terdapat rumah ibadah bagi masyarakat India. Namanya Sri Maha Mariamman. Kuil ini juga merupakan kuil hindu tertua di Penang. Tempat ini dibangun sejak 1833.

 

"Kuil ini juga termasuk tapak warisan dunia George Town. Bangunannya direnovasi secara besar-besaran termasuk warna-warna yang cerah dan kubah, sejak 1933," ungkap James.

 

Chew Jetty

Kawasan ini bisa disebut sebagai kampung Nelayan atau Kampung China. Konon, warga asli ini memang imigran langsung dari Xinglinshe village, Tong an District dan Fujian sejak abad 19 dan masih bertahan sejak kini.

 

Rumah-rumah penduduk terasa unik dengan nuansa China yang cukup kental. Rata-rata terbuat dari kayu seperti rumah apung.

Dulunya, mayoritas adalah nelayan yang mencari ikan di perairan Penang hingga Malaka, namun seiring berjalannya waktu, hanya sedikit dari mereka yang masih bertahan.

 

Ibu-ibu rumah tangga atau bahkan satu keluarga kini menjajakan souvenir asli buatan tangan seperti batu giok, magnet kulkas, kipas, jajanan khas China seperti mi dan kwetiau goreng hingga souvenir lainnya untuk oleh-oleh.

 

"Sekarang sudah jadi kawasan wisata, bahkan sudah terdaftar dalam World Herritage Unesco juga. Profesi mereka seolah mengikuti zaman," paparnya.

Kampung nelayan ini dibuka untuk pengunjung sejak pukul 09.00-21.00 waktu setempat.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini