nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenapa Selebgram dan YouTuber Lebih Dipilih Promosikan Kalender Wisata Jawa Timur 2019?

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 22 Januari 2019 14:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 22 406 2007792 kenapa-selebgram-dan-youtuber-lebih-dipilih-promosikan-kalender-wisata-jawa-timur-2019-MLzR6XYP7H.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GENERASI milenial dianggap sangat efektif untuk diajak promosi wisata di Tanah Air. Cara tersebut dianggap mudah mendatangkan banyak wisatawan ke suatu objek wisata, apalagi kalau Instagramable.

Pemerintah daerah pun mulai gencar mengajak milenial untuk promosi wisata di berbagai daerah. Salah satunya adalah memperkenalkan Kalender Wisata Jawa Timur 2019 yang digagas oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Ada 367 event menarik yang bakal diadakan sepanjang tahun 2019. Perhelatan tersebut mengandalkan pertunjukan budaya, festival tari, hingga festival fesyen yang memikat wisatawan. Beberapa acara malahan sudah yang terkenal sampai ke mancanegara.

Kepala Disbudpar Jawa Timur Sinarto mengatakan, supaya event tersebut mampu menghipnosis wisatawan, maka media sosial kini jadi salah satu senjata promosi. Ada banyak ruang yang dimanfaatkan sebagai promosi wisata.

Baca Juga: Viral #ChatKeluarga Recehkan Jagat Maya, WhatsApp dari Orangtua Buat Netizen Ngakak

"Kita ajak anak muda seperti Selebgram YouTuber. Mereka senang Komunikasi searah dan cara persuasif-nya menyenangkan," ujar Sinarto di sela Peluncuran Kalender Wisata Jawa Timur 2019 di Surabaya, Selasa (22/1/2019).

Sinarto menyebutkan, meski menyebarkan informasi searah lewat handphone, tapi hasilnya efektif. Dunia seakan berada di sampingnya, jadilah orang-orang yang berselancar di dunia maya mudah menemukan informasi yang diinginkan.

Terlebih, sambung Sinarto, promosi lewat sosial media juga langsung mendatangkan banyak wisatawan. Khususnya adalah wisatawan nusantara, yang senang dengan nuansa alam cantik.

Dengan adanya sosial media semua tahu ini berdampak pada kunjungan wisatawan. Di era digitilasi ini semua tahu langsung dengan apa yang diagendakan, ini ada parameternya juga," tutur dia.

Baca Juga: Wu Chi-yun, Pendaki Gunung Berbikini Tewas Setelah Jatuh ke Jurang

Menariknya lagi, ketika mengajak kaum milenial untuk promosi wisata lewat sosial media, biaya yang dikeluarkan lebih murah. Selain itu, caranya juga tidak membosankan seperti dulu.

"Secara cost pasti lebih murah. Enggak perlu iklan di televisi atau bikin brosur, orang bisa bosan. Kalau lewat sosial media, sederhana sekali tapi bisa hasilkan populasi yang besar," pungkasnya.

(mrt)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini