nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru Les Cabuli 34 Anak, Apakah Kenalan Anda Paedofil?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Selasa 22 Januari 2019 12:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 22 481 2007750 guru-les-cabuli-34-anak-apakah-kenalan-anda-paedofil-iycOwZgsel.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENCABULAN anak di bawah umur kembali melanda Indonesia, bahkan pelaku pencabulan ini telah mencabuli puluhan anak di Kota Bandung. Berkedok sebagai guru les, pelaku yang diketahui berinisial DRP (58) itu tega melakukan aksi cabul terhadap anak didiknya.

Banyak orang yang mengira bahwa seorang pedofil berpenampilan seperti kakek tua renta lusuh yang bersembunyi di antara semak-semak untuk menyergap korbannya di saat mereka lengah.

Akan tetapi, seorang pedofil bisa saja pekerja kantoran tetangga sebelah rumah, teman dekat Anda, guru sekolah, pengasuh anak, bahkan anggota keluarga Anda sendiri.

Baca Juga: 6 Zodiak yang Diramal Bakal Tajir Melintir di 2019

Selama bertahun-tahun, penganiayaan anak dianggap sebagai perilaku adaptif yang dipelajari. Artinya, kemungkinan besar para pelaku adalah orang yang pernah menerima kekerasan seksual yang sama di masa kecilnya.

Meskipun hal ini mengkin menjadi faktor penentu di beberapa kasus, prinsip yang sama tidak berlaku pada mereka yang memiliki diagnostik pedofilia murni.

Apa itu pedofilia?

Pedofilia adalah sebuah diagnosis klinis gangguan mental. Pedofil memiliki perbedaan dalam otak mereka jika dibandingkan dengan orang dewasa normal, yang membuat mereka tertarik secara seksual terhadap anak-anak. Pada penderita pedofilia, daerah otak yang memproses respon seksual akan terangsang oleh wajah anak-anak.

Dilansir dari Daily Mail, saat pria dewasa normal menganggap seorang wanita dewasa menarik secara seksual, secara tidak sadar mereka akan menurunkan nada suara mereka dan menyiagakan sikap, untuk menunjukkan kekuatan dan maskulinitas. Sedangkan, saat mereka berhadapan dengan anak kecil, mereka akan meninggikan nada suara mereka.

Baca Juga: 5 Tampilan Tyas Mirasih Pakai Rok Mini, Seksinya Kebangetan!

Nah, alih-alih menunjukkan respon khas dari pria normal ketika melihat seorang anak, otak seorang pedofil memicu respon seks, seperti saat melihat wanita dewasa, bukannya respon melindungi dan memelihara layaknya orangtua.

Diagnostics and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV) menjelaskan pedofilia sebagai fantasi seksual, hasrat impulsif, atau perilaku yang melibatkan aktivitas seksual dengan anak di bawah umur yang berulang setidaknya selama enam bulan.

Pada kebanyakan kasus, seorang bisa dikatakan sebagai pedofil jika ia berusia minimal 16 tahun dan setidaknya lima tahun lebih tua daripada anak di bawah umur tersebut. Mereka yang menderita pedofilia memiliki kecenderungan kompulsif untuk menyiksa anak-anak.

Beberapa individu pengidap pedofilia mampu menampilkan diri mereka sebagai anggota masyarakat yang normal secara psikologis saat penyelidikan atau pertemuan sesaat, walaupun mereka memiliki gangguan kepribadian yang parah di balik semua tampak luar tersebut. Pengidap pedofilia umumnya mengalami perasaan rendah diri, isolasi atau kesepian, ketidakpercayaan diri, disforia internal, dan ketidakmatangan emosi.

Selain itu, pedofil memiliki kesulitan untuk berinteraksi dengan orang dewasa lainnya yang sesuai dengan usia mereka, terutama karena ketiadaan aspek ketegasan yang mereka miliki, peningkatan kadar pasif-agresif, dan kemarahan atau kekejaman.

Karakteristik perilaku ini menyebabkan mereka kesulitan untuk menangani pengaruh menyakitkan, yang mengakibatkan penggunaan mekanisme pertahanan diri yang berlebihan dengan cara intelektualisasi, penolakan, distorsi kognitif (misalnya, memanipulasi fakta), dan rasionalisasi. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan pengidap pedofilia bisa menikah.

Mengutip jurnal penelitian yang diterbitkan di Abuse Watch, kebanyakan pelanggar seksual terhadap anak adalah pria, walaupun pelaku wanita mencakup 0,4 -4 persen dari pelanggar kejahatan seks yang dihukum pidana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini