Sukses 'Jual Diri' di Snapchat, Pesan Wanita Ini ke Anaknya Mengejutkan

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 23 196 2008290 sukses-jual-diri-di-snapchat-pesan-wanita-ini-ke-anaknya-mengejutkan-1uF8zDmkDl.jpg Snapchat. (Foto: Moscowdaily)

TIDAK selamanya media sosial dimanfaatkan secara positif oleh penggunanya. Anda tentu sering melihat konten negatif di beberapa platform, bahkan media sosial yang mampu memberikan fasilitas foto dan video seperti Snapchat, digunakan sebagai sarana untuk penyebar pornografi.

Seorang perempuan dari New York, Amerika Serikat, mengaku memanfaatkan Snapchat Premium untuk mendapatkan uang dengan membagikan gambar telanjang, video dan pertunjukan seks. Tapi dia bukanlah satu-satunya yang melakukan hal tersebut, masih ada ribuan pengguna lainnya yang menyebarkan konten pornografi.

Perempuan bernama Valentina Marie itu mengaku menghasilkan 116.000 poundsterling atau setara Rp2,1 miliar dalam waktu kurang dari dua tahun karena membagikan konten pornografi. Valentina mendapatkan uang tersebut melalui Teddy's Girls, perusahaan pihak ketiga yang menawarkan akses "premium" ke akun Snapchat berperingkat X dan Twitter.

Baca Juga: Tragis, Pramugari Ini Dipaksa Ceboki Pria Gemuk di Toilet Pesawat

"Kurang lebih dari 200 gadis melakukan ini. Ada sejumlah besar situs web dan perempuan yang menjual potret dirinya sendiri menggunakan aplikasi pembayaran," ujar Valentina seperti dikutip Okezone dari The Sun.

Diungkapkan oleh ibu dua anak itu, dirinya sudah memiliki lebih dari 10 ribu pengikut di Instagram dan orang-orang memintanya untuk membuat akun premium. "Awalnya saya berpikir saya tidak bisa melakukan itu karena malu. Tetapi pada akhirnya saya menyerah dan melakukannya," kata Valentina.

Awalnya, melalui Snapchat Premium dirinya mengunggah gambar yang menggoda tapi tidak telanjang. Tapi lama kelamaan konten yang dia buat pun semakin beragam, bahkan dia mengunggah video seks dengan suaminya.

Pengguna yang ingin melihat gambar dan video tersebut harus membayar sejumlah uang. Valentina yang memiliki 700 klien mematok harga 15,50 poundsterling atau sekira Rp282 ribu untuk langganan sebulan dan 77,50 poundsterling atau sekira Rp1,4 juta untuk langganan seumur hidup.

Baca Juga: Potret Seksi Aldira Chena, Barbie dari Medan yang Diperiksa Terkait Kasus Prostitusi Online

Dirinya juga menawarkan foto dan video khusus untuk pelanggan yang memberi tip padanya. Ada beberapa foto nakal senilai 230 poundsterling atau sekira Rp4,1 juta. "Pasangan saya tetap mendukung dan membantu saya mengambil foto. Dia juga 'bintang tamu' di beberapa video saya," tutur Valentina.

Menurutnya, saat ini dia memiliki followes dari beragam golongan. Mulai dari pemain basket NBA, dokter, pengacara, polisi hingga orang-orang di departemen militer. Kliennya rata-rata berusia antara 18-60 tahun, bahkan setengah dari mereka sudah menikah dan menonton video dengan pasangannya.

Meski demikian, Valentina memblokir pengguna Snapchat anak-anak yang berusia 13 tahun. Meskipun, untuk membuat akun di Snapchat usia minimal adalah 13 tahun.

Oleh karena itu, Valentina pun memilih melarang anak-anaknya memiliki akun Snapchat paling tidak sampai usia mereka 18 tahun. Sebagai orangtua, dirinya sangat menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh konten pornografi terhadap remaja.

"Jika anak-anak saya ingin memiliki Snapchat, maka itu akan terjadi ketika mereka cukup dewasa untuk memahami segalanya dan saya pasti akan memantaunya. Saya akan meminta kata sandi mereka sampai berusia 18 tahun,” ungkapnya.

Menurut Valentina, hal itu dilakukan bukan karena dia membatasi anak-anaknya. Namun dalam prinsipnya ada hal-hal yang tidak boleh diketahui oleh anak remaja sampai mereka cukup umur. Pemikiran inilah yang seharusnya juga ada di setiap orangtua agar anak-anaknya tidak terpapar konten negatif di media sosial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini