nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Pengalaman Buruk Terapis Pijat, Pergoki Klien Sedang Masturbasi!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 17:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 23 196 2008347 cerita-pengalaman-buruk-terapis-pijat-pergoki-klien-sedang-masturbasi-yz1QzSNDfw.jpg Cerita pengalaman buruk terapis pijat (Foto: Thesun)

Profesi terapis atau tukang pijat seringkali dianggap sebagai pekerjaan yang kurang dihargai dan sering dipandang sebelah mata. Terlebih lagi jika sang terapis berjenis kelamin wanita.

Niat hati ingin membantu klien menghilangkan stres dan rasa sakit, mereka justru sering menjadi korban pelecehan seksual, serta berbagai pengalaman tidak menyenangkan lainnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut suka duka menjadi seorang terapis pijat, berikut Okezone rangkumkan 3 testimoni atau pengalaman buruk yang sering dialami oleh para terapis. Sebagaimana dilansir dari The Sun, Rabu (23/1/2019).

April Chunna

Cerita pertama datang dari seorang terapis asal Colchester, Inggris, April Chunno. Kepada The Sun, April mengaku sering menghadapi klien yang bersikeras ingin dipijat dalam kondisi telanjang bulat. Bahkan, tak sedikit pula klien yang memintanya untuk berhubungan seks.

"Saya sering meminta mereka untuk menjelaskan apa yang mereka inginkan, tetapi ketika mereka meminta saya untuk berhubungan seks. Saya langsung mengatakan bahwa saya bukan pelacur," tutur April.

April

Tawaran itu, tentu saja langsung ditolak mentah-mentah oleh April mengingat ia menghabiskan waktu selama kurang lebih 4 tahun untuk menjadi ahli terapi pijat.

"Saya juga pernah mendapati klien yang sedang masturbasi. Ia melakukan itu tepat saat aku membalik handuknya," tutup wanita berusia 41 tahun itu.

Baca Juga: Potret Seksi Aldira Chena, Barbie dari Medan yang Diperiksa Terkait Kasus Prostitusi Online

Emma Pearce

Pengalaman tidak menyenangkan lainnya datang dari seorang ibu muda bernama Emma Perace. Untuk menambah pemasukkan keluarga, ia memutuskan untuk menjadi terapis pijat. Sepanjang karirnya, Emma mengaku sering mendengar curahan hati klien-kliennya. Mulai dari isu perselingkuhan, perceraian, dan hal-hal lain yang menyangkut kehidupan rumah tangga mereka.

Namun ternyata, ada satu pengalaman yang hingga saat ini tidak bisa dilupakan Emma. Ia harus mencuci kaki klien yang mengeluarkan bau menyengat.

emma

"Saya selalu meninggalkan ruangan saat klien membuka pakaian mereka. Selama proses pemijatan berlangsung, saya hanya bisa melihat mereka telanjang satu kali saat mereka membalikkan badan," ungkap Emma.

"Tapi, bagian terburuk dari pekerjaan ini adalah mencium bau kaki yang sangat busuk. Untuk membersihkannya, saya harus menggunakan sarung tangan khusus serta menggunakan minyak lemon dan air," timpalnya.

Leigh Bailey

Kisah selanjutnya datang dari Leigh Bailey, 40. Dia adalah seorang wanita cantik asal Stapleford Abbots yang kebetulan memiliki klinik terapis bernama Mind Body Spirit Spa di Brentwood, Essex.

Kepada The Sun, Bailey mengatakan telah bekerja sebagai ahli terapi pijat selama kurang lebih empat tahun. Jadi, ia tahu betul apakah pijatan yang ia lakukan benar-benar membuat sang klien puas atau tidak.

terapis pijat

Mengingat umurnya yang sudah memasuki kepala 4, Bailey mengaku lebih percaya diri untuk mengatur klien di tempat pijatnya. Salah aturan yang ia terapkan adalah klien pria harus mengenakan pakaian dalam atau boxer sebelum sesi pijat dilakukan.

"Saya tidak memberikan pijat plus-plus, jadi terkadang saya meletakkan tangan saya ke atas kaki mereka untuk memeriksa, apakah mereka mengenakan boxer atau tidak. Jika mereka tidak mengenakan celana pendek atau boxer, saya akan langsung menghentikan pijatan," ujar Bailey.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini