nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Alasan Orang Tetap Bertahan meski Pernikahan Tidak Bahagia

Alma Dwi, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 05:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 23 196 2008506 4-alasan-orang-tetap-bertahan-meski-pernikahan-tidak-bahagia-QevU0mJahK.jpg Ada beberapa alasan seseorang tetap bertahan meski pernikahan tak bahagia (Foto: Hindustantimes)

Berkomitmen untuk menghabiskan hidup bersama pasangan bukanlah keputusan yang mudah dibuat. Adalah hal yang wajar jika dalam pernikahan terjadi kesulitan dan drama yang menjadi bumbu penyedap dalam kehidupan rumah tangga.

Beberapa pasangan mungkin mengalami masalah dalam pernikahannya yang bahkan bisa berujung dengan perpisahan. Namun, tak sedikit pula yang akhirnya berpegang pada pernikahan mereka meskipun tidak bahagia karena berbagai alasan.

Melansir Hindustan Times, Kamis (24/1/2019), berikut adalah alasan mengapa orang-orang terus hidup dalam pernikahan yang tidak bahagia.

Memiliki efek pada seorang individu

Pernikahan yang tidak bahagia dapat memengaruhi Anda dalam berbagai cara dan Anda bahkan tidak akan menyadarinya. Dr PD Lakdawala, psikiater, Rumah Sakit Bhatia mengatakan bahwa pernikahan yang tidak bahagia memengaruhi orang secara profesional, pribadi dan sosial. Mereka juga dapat mengembangkan masalah kesehatan seperti tekanan darah, gula, masalah jantung, dan lain-lain.

Efek pada anak-anak

Anak-anak belajar dengan mengamati hal-hal di sekitar mereka. Pernikahan yang tidak bahagia dan beracun dapat membahayakan jiwa emosional anak. Dr Manjiri Deshpande, psikiater anak di Docterz mengatakan, Anak-anak yang menyaksikan pernikahan yang tidak bahagia, akan menanggung kecemasan emosional setiap hari.

Mereka secara spontan akan merasakan penderitaan dan ketidaknyamanan orang tua mereka dan merasakan hubungan tanpa emosi mereka dan kurangnya kasih sayang dan keintiman. Dalam kebanyakan kasus, anak-anak mulai menyalahkan diri mereka sendiri atas pernikahan orang tua yang hancur.

pertengkaran

Masa depan seorang anak

Anda mungkin tinggal dalam pernikahan yang tidak bahagia karena alasan Anda sendiri, tetapi ketika Anda memilih untuk berpisah, Anda bisa menghancurkan anak Anda saat ini dan masa depannya. Deshpande mengungkapkan, ketika anak-anak dewasa, mereka bisa takut untuk menjalin hubungan dan menggeneralisasi bahwa semua hubungan berakhir dengan cara yang sama.

Mereka terlalu terikat pada satu orangtua dan mulai tidak menyukai orangtua yang lain. Anak-anak tersebut berisiko mengalami gangguan mood, penyalahgunaan zat, gangguan oposisi, gangguan kepribadian, dan banyak lainnya. Anak-anak mungkin belajar meninggalkan kepositifan dan mengharapkan yang terburuk.

Baca Juga: Awas, Ini Dampak jika Anak Stunting di Atas Usia 2 Tahun!

Memengaruhi hubungan anak-anak Anda

Mereka yang tetap bertahan meskipun dalam pernikahan yang tidak bahagia, seringkali khawatir tentang efek dari perpisahan atau perceraian pada anak mereka. Tetapi, situasi yang terganggu juga dapat mempengaruhi masa depan mereka dengan banyak cara lain. Ahli hubungan Vishnu Modi mengatakan, anak-anak mungkin bisa merasa sulit untuk percaya pada institusi pernikahan.

Hubungan Anda yang tegang mungkin menjadi norma cinta anak Anda. Ketika mereka menjadi dewasa, pola cinta mereka berasal dari pola perilaku disfungsional yang ditunjukkan oleh orang tua satu sama lain. Ada juga kemungkinan kuat bahwa anak-anak Anda akan takut pada komitmen sebagai orang dewasa, dan berjanji untuk tidak pernah memiliki jenis hubungan yang Anda lakukan dengan pasangan Anda. Ini pada akhirnya akan membiarkan mereka menarik serangkaian hubungan sementara.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini