nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahaya Ikuti Tren Pura-Pura Sedih seperti Kendall Jenner di Medsos

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 19:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 23 481 2008395 bahaya-ikuti-tren-pura-pura-sedih-seperti-kendall-jenner-di-medsos-0tALTvKYyh.jpg Bahaya tersembunyi ikuti tren pura-pura sedih di medsos (Foto: Thesun)

Kehadiran media sosial tak bisa dipungkiri membawa pergeseran nilai. Salah satunya adalah berpura-pura sedang dalam situasi yang menyedihkan untuk mendapatkan simpati dari orang lain. Mirisnya hal ini seakan menjadi tren. Bila diperhatikan, tak sedikit pengguna media sosial yang berebut perhatian dengan membagikan masalah pribadinya.

Tren yang tidak baik ini dikenal dengan istilah sadfishing yaitu suatu kondisi ketika seseorang menggunakan masalah emosionalnya untuk menggaet audiens di media sosial. Biasanya mereka yang melakukan hal ini sengaja menahan detail dari permasalahannya guna menarik perhatian dari pengikutnya di media sosial. Bahkan dalam beberapa kasus ada yang sengaja membesar-besarkan masalah.

Dengan memanfaatkan sadfishing, seseorang bisa mendapatkan perhatian tambahan. Mulai dari ‘suka’, komentar, atau bahkan dihubungi secara pribadi oleh orang lain dan dibujuk untuk bercerita. Sedangkan untuk orang-orang yang terkenal di media sosial seperti selebritis atau influencer, menceritakan masalah pribadi bisa membuatnya menambah jumlah pengikut dan penghasilan mereka karena ada pihak-pihak yang ingin mengendorse.

Terbukti, beberapa hari lalu Kendall Jenner sempat dikecam karena membuat pengumuman yang dianggap untuk menarik perhatian orang lain. Dirinya mengatakan telah menandatangani kampanye untuk merek obat jerawat padahal kondisi kulitnya lemah. Hal itu membuatnya menjadi gelisah tapi dia tetap harus menjalankan pekerjaan sesuai kontrak. Tak sedikit yang mengejek kakak Kylie Jenner itu sengaja ingin mencari ketenaran.

kendall jenner

Menurut psikolog Jo Hemmings, sadfishing dapat berubah menjadi berbahaya. Cara ini hanya akan menambahkan kesedihan. “Unggahan tentang kesedihan atau mencela diri sendiri tampak rendah hati, tapi sebenarnya terkesan pamer. Nantinya akan menyebabkan masalah yang jauh lebih sulit,” ungkapnya seperti yang dikutip Okezone dari The Sun, Rabu (23/1/2019).

Baca Juga: Potret Seksi Aldira Chena, Barbie dari Medan yang Diperiksa Terkait Kasus Prostitusi Online

Unggahan menyedihkan memang lebih cenderung menyentuh dan menarik empati dari orang lain. Tapi tak jarang unggahan tersebut dimanfaatkan untuk mendapatkan dukungan dan pengakuan.

tren pura

“Dalam beberapa kasus sadfishing mungkin merupakan proses katarsis bagi orang yang mengunggah kesedihan untuk menjadi alat pencarian perhatian serta mendapatkan suka atau pengikut. Sadfishing dapat menyebabkan masalah kesehatan mental karena orang yang melakukannya hanya akan tersesat di labirin beracun untuk mendapat popularitas yang berumur pendek,” jelas Hemmings.

Sekarang ini memang semakin banyak orang yang terbuka dengan kehidupannya di media sosial. Akan tetapi yang perlu diingat, tidak ada manfaat yang bisa diperoleh dari mengemukakan kesedihan di media sosial. Malah yang ada muncul konsep untuk terus bersedih demi mendapatkan dukungan dari orang lain.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini