Perkembangan Industri Fashion Pengaruhi Tren Gaya Rambut Pria?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 24 194 2008842 perkembangan-industri-fashion-pengaruhi-tren-gaya-rambut-pria-f8BKEBkRsj.jpg Tren gaya rambut pria (Foto: Youtube)

Tak hanya fashion, tren gaya rambut pun terus mengalami perubahan setiap tahunnya. Jika dalam dua tahun terakhir potongan rambut mengarah gaya klimis dengan sedikit sentuhan klasik, di tahun 2019 tren gaya rambut diprediksi akan mengarah pada gaya yang lebih natural, lebih sedikit struktur, namun mengedepankan tekstur.

Uniknya, kemunculan tren rambut tersebut ternyata mendapat pengaruh yang sangat besar dari perkembangan industri fashion dunia. Hal ini dijelaskan secara gamblang oleh Josh Lamonaca, Head of Education of Menspire UK.

Menurutnya, fashion memang menjadi salah satu faktor utama perubahan tren gaya rambut. Bisa dilihat dari busana yang kini digandrungi anak muda atau pria urban pada umumnya. Sejak pertengahan 2018 hingga saat ini, mereka cenderung memilih pakaian yang berpotongan gombrong atau fitnya lebih loose.

“Jadi untuk mempertegas atau merepresentasikan statement fashion mereka, tentu harus dipadukan dengan gaya rambut yang lebih natural. Tentu agak aneh, kalau pakaiannya sudah santai tapi rambutnya terliht klimis,” tutur Josh, dalam acara Chief Snapping Hairstyle 2019, di bilangan Jakarta Selatan, Rabu 23 Januari 2019.

gaya rambut

Namun, Josh tidak memungkiri bahwa potongan rambut bergaya klimis masih menjadi pilihan sebagian orang. Hal ini bisa saja disebabkan karena faktor pekerjaan yang menuntut mereka untuk terus tampil formal.

”Masih ada yang bekerja pakai kemeja atau pakaian yang lebih formal, mau tidak mau mereka lebih memilih gaya rambut yang klimis,” tambahnya.

Buntut dari pergeseran gaya rambut yang kini lebih menonjolkan unsur natural, penggunaan produk rambut pun turut mengalami pergeseran. Sudah banyak pria urban yang dulunya rutin menggunakan pomade, sekarang beralih menggunakan hair clay.

Hal senada juga diakui Fatsi Anzani Hakim, Director Chief Company. Latar belakang dan lingkungan pekerjaan berkontribusi besar dalam pemilihan gaya rambut.

“Sekarang banyak anak muda yang bekerja santai atau tidak terikat dengan suatu peraturan (perusahaan). Atau, lingkungan kerja mereka tidak memiliki norma khusus yang harus tampil rapi setiap hari,” ungkap Fatsi.

“Di samping itu, manusia ingin selalu terlihat awet muda. Sementara potongan klimis itu konotasinya sangat kuno. Bandingkan dengan potongan natural yang dipadukan dengan gaya berbusana yang lebih loose. Jika dilihat-lihat bisa mendiskon umur kita,” tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini