nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukan Selebriti atau Pesepakbola, Trendsetter Gaya Rambut Kini Di-booming-kan oleh Barber

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 22:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 24 194 2009078 bukan-selebriti-atau-pesepakbola-trendsetter-gaya-rambut-kini-di-booming-kan-oleh-barber-8qpIK30AnB.jpg Tren gaya rambut pria 2019 (Foto: Menstrendyhairstyles/Youtube)

Perkembangan industri fashion maupun hairstylist tidak terlepas dari peran trendsetter. Tanpa kontribusi mereka, sebagus apapun tren yang telah diciptakan tentu akan sangat sulit untuk disebarluaskan.

Nah, berbicara soal tren yang sedang berkembang, sebetulnya ada beberapa fakta terbaru yang menarik untuk disimak. Hal ini dijelaskan secara gamblang oleh Josh Lamonaca selaku Head of Education of Menspire UK, sebuah salon ternama di Inggris.

Menurutnya, kini bukan selebriti atau pesepakbola lagi yang menjadi trendsetter di bidang fashion maupun stylist, justru sang pelaku itu sendiri yang menentukan trennya.

 Baca Juga: 6 Pesona Pevita Pearce yang Bikin Ariel NOAH Terbius

“Saat ini semua orang memiliki kemampuan untuk membuat tren. Saya sendiri tidak pernah takut untuk membuat sesuatu yang baru, karena saya yakin kini tren sudah bergeser kepada pelaku industri itu sendiri bukan selebriti sebagai sosok individu,” ujar Josh saat ditemui Okezone, di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (23/1/2019).

“Singkat cerita, sekarang orang banyak yang ingin memotong rambut karena melihat kualitas barber yang mereka datangi, bukan karena melihat penampilan tokoh-tokoh terkenal,” timpalnya.

Lebih lanjut, Josh menjelaskan, suatu tren baru bisa diterima masyarakat luas setelah dirasa pas dan pantas untuk dicoba. Pantas atau tidaknya suatu tren juga dipengaruhi dari perkembangan media sosial.

 Baca Juga: Kala Bripda Puput Nastiti Devi Kenakan Busana Kembaran dengan Ahok, Serasi?

“Kreativitas adalah nomor 1 jika ingin menciptakan sesuatu yang baru dan berkualitas. Media sosial dan internet juga berperan penting, jadi kita harus pintar-pintar melihat celahnya,” tegas Josh.

Kendati demikian, Josh tidak memungkiri bahwa tidak semua tren bisa menembus pasar dunia. Hal ini berkaitan erat dengan norma-norma serta kultur yang ada di negara itu sendiri.

“Terkadang ada negara yang telat mengikuti tren, ada juga yang lebih cepat. Pasalnya beberapa negara cenderung lebih berhati-hati karena pertimbangan budaya atau kultur mereka. Tapi, ada juga yang bebas berekspresi dan berkreasi sehingga memengaruhi perubahan tren,” pungkasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini