nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Perilaku Bullying Terhadap Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 23:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 24 196 2009096 4-perilaku-bullying-terhadap-anak-yang-harus-diwaspadai-orangtua-3QoHsJu7SL.jpg Ilustrasi (Foto: Verywell)

SALAH satu aspek pengasuhan yang paling penting namun sangat sensitif adalah melindungi anak dari gangguan apapun. Orangtua mana sih yang tidak akan sedih dan kesal saat mendengar anak pulang menangis atau kesal tentang perilaku orang lain?

Biasanya situasi ini sukses tidak hanya membuat frustrasi, tetapi juga membuat kita sebagai orangtua merasa tidak berdaya. Inilah alasan mengapa sangat penting bagi orang tua untuk dapat membedakan antara jenis-jenis intimidasi.

Menyadari jenis penindasan tidak hanya dapat membantu kita sebagai orangtua menangani seluruh situasi dengan cara yang lebih baik, tetapi juga dapat mempersiapkan diri untuk membantu anak. Maka dari itu, memahami apa saja tipe-tipe bullying atau penindasan terhadap anak, sebagai antisipasi untuk melindungi anak tercinta penting adanya. Untuk yang masih bingung seperti apa sih tipe-tipe penindasan tersebut? Berikut pemaparan empat tipe bullying yang harus diwaspadai para orangtua, sebagaimana dilansir Timesofindia, Kamis (23/1/2019).

1. Penindasan fisik

Ini adalah jenis penindasan yang paling umum, terjadi ketika pelaku yang lebih besar dalam ukuran dan bertubuh kuat, mencoba mengintimidasi yang lebih lemah. Ini bisa termasuk memukul, menendang, meninju, menyandung, menghalangi jalan dan bahkan menarik rambut bahkan melibatkan sentuhan dengan cara yang tidak pantas. Untuk mengidentifikasi tindak bullying satu ini, orangtua harus peka mencari misalnya bekas memar atau luka yang biasanya tidak dapat dijelaskan karena anak-anak jarang memberi tahu orang tua mereka tentang apa yang sedang mereka alami.

 Baca Juga: Ditolak karena Gemuk, Bebe Rexha Blacklist Beberapa Desaigner

2. Penindasan verbal

Intimidasi verbal melibatkan penggunaan kata-kata dan pernyataan yang menyakitkan, pemanggilan nama, dan bahkan ancaman. Kata-kata dan komentar yang kejam ini dibuat dengan tujuan utama untuk menyakiti seseorang. Komentar tersebut mungkin termasuk penghinaan pada penampilan fisik, jenis kelamin, agama seseorang atau bahkan cara mereka berperilaku. Ini juga melibatkan mengejek cara seseorang berbicara.

Dari luar, memang ‘bekasnya’ tidak terlihat. Maka dari itu, sebagai orangtua kita harus peka terhadap perubahan sikap anak. Misalnya anak tiba-tiba menutup diri, menarik diri, jadi sensitif, moody-an, atau merasa rendah diri. Jika keadaan bertambah buruk, bisa langsung berbicara dengan pihak sekolah untuk mencari cara yang lebih baik untuk menghadapi intimidasi verbal ini. Ajari juga pada anak bagaimana membela dirinya sendiri alih-alih mengajari mereka untuk mengabaikan komentar yang menyakitkan.

 Baca Juga: 5 Kompilasi Surat Tulisan Tangan Ahok Selama di Tahanan

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini