nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mbah Mijan Sebut Ada Korelasi Awan Tsunami dengan Banjir Bandang Makassar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 09:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 24 406 2008674 mbah-mijan-sebut-ada-korelasi-awan-tsunami-dengan-banjir-bandang-makassar-BBblJO7Sky.jpg Banjir Bandang Makassar (Foto: Okezone)

MASIH segar dalam ingatan kita tentang fenomena awan kumolonimbus yang terlihat di langit Bandara Sultan Hasanuddin beberapa waktu lalu. Ya, awan raksasa yang berbentuk seperti tsunami yang hendak menerjang di atas langit tersebut sempat menggegerkan masyarakat yang melihatnya.

Tentu banyak yang bertanya tentang apakah yang akan terjadi setelah fenomena awan besar tersebut menampakkan diri? Sebelumnya Ahli Metafisika, Mbah Mijan sempat memprediksi akan adanya bencana yang akan melanda wilayah Makassar. Hal itu telah ia ramalkan sejak kemunculan awan tersebut.

Mbah Mijan memprediksi akan ada sebuah bencana seperti air pasang yang berdampak seperti tsunami. Pasalnya, Jauh-jauh hari Mbah Mijan sempat memperkirakan bahwa pada 2019, angin dan air masih berpotensi untuk memporak-porandakan sebagian wilayah di Indonesia.

Terbukti peringatan yang sebelumnya diprediksi Mbah Mijan menimpa Makassar. Banjir bandang yang melelapkan ratusan rumah menimpa beberapa pemukiman penduduk Makassar sejak 22 Januari 2019.

53 Kecamatan di Sulawesi Selatan Dilanda Banjir, 8 Tewas, 4 Hilang dan Ribuan Mengungsi

Baca juga :

Melalui pesan singkat, Mbah Mijan mengungkapkan bahwa banjir bandang yang melanda Makassar adalah buah dari pertanda yang diberikan sang pencipta lewat fenomena awan kumulonimbus.

“Ketika alam murka, bencana tidak bisa dihindari, hanya dengan doa kepada Allah yang bisa menghindarkan manusia dari dampak bencana,” ungkap Mbah Mijan, saat dihubungi Okezone, Rabu, 23 Januari 2019.

Sebenarnya alam telah memberikan tanda-tanda sebelum datangnya bencana besar. Namun, seringkali masyarakat mengabaikan dan mengaggap remeh setiap tanda yang diberikan sang pencipta.

“Masyarakat kita cenderung mengabaikan tanda bahkan jarang yang tanggap bencana,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Mbah Mijan berharap para masyarakat Makassar untuk lebih banyak berdoa dan tetap waspada, sebagai salah satu cara menghindari bencana agar tidak bertambah parah.

“Sebaiknya, berdoa dan waspada atau sesekali menggelar doa bersama dalam jumlah massal, agar masing-masing daerah terhindarkan dari dampak bencana,” tuntasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini