nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertualang ke Air Terjun dan Gua Tersembunyi di Bukit Hitam Bengkulu

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 24 Januari 2019 19:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 24 406 2008981 bertualang-ke-air-terjun-dan-gua-tersembunyi-di-bukit-hitam-bengkulu-U7TMIrfQaL.jpg Air Terjun Jelapang (Foto:Demon/Okezone)

KEPAHIANG, satu dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Daerah ini memiliki potensi alam nan indah. Udara sejuk dengan pemandangan alam landscape perbukitan membentang luas menjadikan daerah ini layak disambangi traveler untuk bertualang, memanjakan mata. Berani coba?

Di kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan ini memiliki objek wisata indah dan alami. Air terjun, contohnya. Destinasi ini berlokasi di perbatasan taman wisata alam (TWA) Bukit Kaba. Dua kilometer (KM), kira-kira. Di bawah kaki Bukit Hitam, tepatnya.

Air terjun itu bernama Batu Jelapang. Panorama alam nan asri dengan pepohonan asli tanaman hutan masih dapat dijumpai di kawasan ini, sehingga traveller betah berlama-lama. Ditambah, air yang bersumber dari pegunungan TWA Bukit Kaba, dingin dan jernih.

 

Perjalanan menuju objek wisata tersembunyi di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia'', ini traveller bakal menikmati keindahan panorama alam, sepanjang perjalanan. Suguhan pepohanan menjulang tinggi, berbagai ukuran akan menambah kesejukan dalam perjalanan.

Baca Juga:

Bintang Porno Ikutan 10 Years Challenge, Nomor 2 Bikin Kamu Senyum-Senyum Sendiri!

Nyanyian hewan bersayap, sahut menyahut membuat petualangan ke air terjun semakin berkesan. Sesekali, sahutan suara siamang terdengar jelas dari kejauhan. Perjalanan menuju objek wisata nan mempesona ini, traveller akan menyaksikan areal perkebunan kopi jenis robusta, tumbuh subur. Berbuah sangat lebat.

Suguhan pemandangan sepanjang jalan menuju air terjun, lebih menajubkan ketika berada di areal perkebunan cabe, dikelola salah satu warga setempat. Di kawasan ini traveller menikmati pemandangan. Berupa, pemukiman penduduk di Kabupaten Kepahiang, Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong, dari ketinggian. Menajubkan!

Landscape pemandangan bukit barisan menjadi panaroma alam nan indah. Sayang dilewatkan jika tidak diabadikan dengan mata kamera. Perjalanan menuju air terjun tidak hanya sampai di situ. Traveller, kembali disuguhi pepohonan rimbun serta hutan bambu.

Sebelum tiba di air terjun yang memiliki batu datar, berukuran cukup besar di bagian dalam kolam air terjun, traveller akan merasakan dinginnya air dari aliran Sungai Besi. Bersumber dari TWA Bukit Kaba. Aliran anak sungai itu bagian ilir yang mengalir dari Air Terjun Batu Jelapang.

 

Setelah menempuh perjalanan tidak kurang dari 45 menit hingga 1 jam, dari pemukiman penduduk Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, traveller akan tiba di objek wisata air terjun yang mempesona itu. Percikan embun air terjun di kulit, serasa ingin berlama-lama. Menikmati dinginnya air.

Keindahan air terjun dengan ketinggian sekira 25 meter itu dapat dinikmati traveller, dengan perjalanan darat. Menuju desa yang berbatasan dengan Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Berjarak sekira 21 kilometer (km) dari pusat pemerintah kabupaten (KM) Kepahiang.

Dari Kota Bengkulu, objek wisata tersembunyi di kaki Bukit Hitam ini berjarak sekira 78 km. Destinasi di desa yang dihuni 659 jiwa ini dapat disambangi melalui perjalanan darat. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Memakan waktu tidak kurang dari 2,5 jam.

Air Terjun Batu Jelapang, memiliki keunikan tersendiri. Di mana ketika debit air dari ulu TWA Bukit Kaba sedang deras, air akan jatuh menyentuh batu datar berukuran cukup besar yang terdapat di dalam kolam air terjun.

''Ketika debit dari ulu (TWA Bukit Kaba) sedang deras, maka air terjun akan menyentuh batu datar yang ada di bagian bawah air terjun. Batu Jelapang merupakan bahasa daerah Rejang. Artinya, batu datar yang lebar. Makanya, air terjun itu dinamakan air terjun Batu Jelapang,'' kata Kepala desa (Kades) Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, kepada okezone.

 

Destinasi Bawah Tanah Tersembunyi Itu Bernama Gua Seluring

Desa yang dihuni 181 kepala keluarga (KK) ini, tidak hanya menyimpan air terjun nan mempesona, air terjun Batu Jelapang. Wilayah yang menjadi penghasil rebung 500 kg atau 0,5 ton per hari ini juga memiliki objek wisata dunia bawah tanah, gua. Gua Siyoa, namanya.

Gua ini berada di perbatasan TWA Bukit Kaba, dua kilometer (KM). Tak Jauh dari air terjun Batu Jelapang. Di kawasan hutan bambu, persisnya. Tersembunyi. Destinasi ini cukup menantang dan memacu adrenalin traveller. Gua itu berada di kemiringan sekira 60 derajat. Di lembah aliran anak sungai.

 

Mulut gua berdiameter 1,5 meter. Kedalaman gua itu tidak kurang dari 10 meter. Gua itu masih alami. Hal tersebut karena masih banyaknya hewan bersayap, kelelawar. Untuk menyusuri gua tersebut hanya membutuhkan waktu kira-kira lima menit.

Di dalam gua terdapat ruang cukup luasnya sekira empat meter. Ruang itu, berada kedalaman tiga meter dari mulut gua. Tinggi ruang itu bervariasi dari 2 meter hingga 4 meter. Di kedalaman tersebut traveller akan menemukan sisa-sisa kotoran kelelawar serta hewan bersayap lainnya.

Sebelum tiba di gua Seluring sebutan masyarakat setempat, traveller musti menempuh perjalanan tidak kurang dari 45 menit hingga satu jam, dari air terjun Batu Jelapang. Dalam perjalanan akan disajikan berbagai pemandangan menajubkan. Dari anak air terjun hingga panorama alam perbukitan yang membentang luas.

 

Destinasi tersebut akan dinikmati sepanjang perjalanan menuju ke gua yang di bagian bawah gua dialiri air dari anak sungai di kawasan itu. Tidak hanya itu, sajian lainnya masih banyaknya tumbuhan hutan yang tumbuh subur di daerah ini.

 Baca Juga:

 Ahok Bebas, 5 Wanita Ini yang Menguatkan Hatinya Selama di Penjara

Pepohonan yang menjulang tinggi, dengan berbagai ukuran. Hingga tanaman obat-obatan. Kapu Laga, misalnya. Obat masuk angin ini tumbuh subur di daerah yang berbatasan langsung dengan TWA Bukit Kaba. Selain itu, tumbuhan kecombrang pun ikut tumbuh subur di kawasan Kaki Bukit Hitam.

Perjalanan menuju gua Siyoa, cukup menguras tenaga. Jalan yang ditempuh cukup ekstrem. Sesekali mendaki tebing cukup tinggi. Kemiringannya, 45 derajat. Meskipun demikian, perjalanan melelahkan tersebut terbayar ketika traveller tiba di mulut gua. Menyaksikan keindahan gua yang terbentuk secara alami.

''Gua itu diberi nama Siyoa artinya Seluring. Gua yang tembus memiliki dua mulut dari sisi bawah gua dan bagian atas gua,'' jelas kata Kepala desa (Kades) Batu Ampar Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang, kepada Okezone.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini