Sebabkan Kemiskinan, Ini Fokus Pemerintah Tangani Stunting

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 25 Januari 2019 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 25 481 2009449 sebabkan-kemiskinan-ini-fokus-pemerintah-dalam-tangani-stunting-zijQQz4qb6.jpg Ilustrasi penanganan stunting (Foto: Nursingschools)

BERDASARKAN hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 30,8 persen. Meskipun mengalami penurunan dari tahun 2013 (37,2 persen), namun angka itu masih jauh dari standar yang ditetapkan oleh WHO. Diharapkan angka stunting berada di bawah 20 persen.

Permasalahan stunting ini juga sudah menjadi fokus pemerintah. Sejak awal 2018, berbagai upaya dilakukan melalui pendekatan lintas sektor kementerian lembaga untuk menangani masalah ini. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Bambang Brodjonegoro, penanganan stunting tidak hanya berupa intervensi spesifik tetapi juga intervensi sensitif.

“Kalau intervensi spesifik berada di bawah Kementerian Kesehatan termasuk dalam upaya mengenai peningkatan gizi. Tetapi peningkatan gizi tidak terlepas dari sumber gizi yaitu pangan. Pada intervensi yang sifatnya sensitif, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian sudah ditugaskan untuk mendorong lebih banyak makanan yang lebih berkualitas yaitu makanan bergizi terutama sayur-sayuran, buah-buahan, protein hewani,” ujar Menteri Bambang saat ditemui Okezone dalam peringatan Hari Gizi Nasional ke 59, Jumat (25/1/2019) di Kementerian Kesehatan, Jakarta.

bayi

Selain upaya-upaya di atas, masih ada aspek lain yang perlu diperhatikan untuk penanganan stunting. Mulai dari kondisi ibu sebelum melahirkan, kesehatan lingkungan, ketersediaan infrastruktur, sanitasi air bersih, dan masih banyak lagi. Penanganan stunting dalam hal gizi akan tetap menjadi fokus pemerintah dan diperkuat melalui lintas kementerian lembaga.

Masalah gizi tidak hanya terbatas pada ketersediaan pangan yang ada di pasar. Tetapi juga kepada pengetahuan dan kesadaran di masyarakat. Jadi memang mendorong upaya isi piringku supaya orang makan tidak hanya cukup dari segi jumlah tetapi juga dengan gizi yang berimbang. Jadi semua aspek ada.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, drg. Oscar Primadi, MPH. Dijelaskan olehnya bila persoalan gizi bukan hanya pada anak tetapi sudah dimulai sejak masa sebelum kehamilan. Calon ibu harus memenuhi kecukupan gizinya terlebih dahulu dan mengerti tentang pemenuhan gizi sehingga masalah stunting bisa diatasi.

“Stunting ini berkaitan dengan siklus kehidupan, jadi unsur semua segmen kita intrervensi. Dari pemerintah, sumber, tenaga, semuanya sudah terlengkapi. Kemudian akan ada intervensi sensitif tadi mudah-mudahan bisa capai sesuai yang diharapkan,” tutur Oscar saat ditemui dalam acara yang sama.

Ke depan, pemerintah akan fokus terhadap daerah yang angka stuntingnya lumayan tinggi dan menurunkan tingkat stunting. Sebab jika dibiarkan, stunting dapat membawa masalah bagi negara di masa depan.

Baca Juga : 6 Zodiak yang Diramal Bakal Tajir Melintir di 2019

“Stunting berisiko menciptakan kemiskinan di masa depan, sedangkan kita sedang berusaha memberantas kemiskinan. Daerah yang stuntingnya tinggi, kemiskinannya tinggi. Maka dari itu, untuk memutus kemiskinan harus fokus pada penanganan stunting,” pungkas Bambang. (hel)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini