nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Cara Memilih Biji Kopi yang Berkualitas, Ini Kata Pakar!

Hanizha Fatma, Jurnalis · Minggu 27 Januari 2019 08:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 27 298 2009916 bagaimana-cara-memilih-biji-kopi-yang-berkualitas-ini-kata-pakar-kyuoalzuS9.jpg Kedai Kopi Tanamera (Foto: Ist)

BAK jamur di musim hujan, kedai atau kafe kopi banyak bermunculan di beberapa daerah di Indonesia. Tren penikmat kopi dari tahun ke tahun terus meningkat membuat bisnis kopi cukup digandrungi, khususnya kalangan muda. Nah, bagi kamu pecinta kopi tentunya harus tahu dong bagaimana cara membedakan biji kopi kualitas baik. Penasaran?

Master Roaster Tanamera Coffe Jhon Lee mengatakan, pengolahan biji kopi melalui tahapan yang panjang. Mulai dari pemetikan, pengupasan, hingga bagaimana menjemur biji kopi.

"Semua tahapan penting dan harus dilakukan secara tepat. Kualitas biji kopi menentukan rasa kopi. Biji kopi yang kualitasnya buruk tentu saja akan menghasilkan kopi yang rasanya juga kurang nikmat," ungkap Jhon di gerai Tanamera Coffe Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Baca juga :

Menurut Jhon, setiap daerah memiliki kualitas dan perbedaan rasa kopi. Salah satu faktor yang menentukan adalah faktor alam dan fasilitas yang tersedia.

"Saat saya keliling, memang permintaannya berbeda-beda, fasilitas beda, jadi saya tetap harus lihat dulu. Kadang fasilitas sudah ada, tapi mereka masih banyak yang belum tahu, kurang edukasi. Jadi saya ajarkan dulu,” jelasnya.

Kopi dari daerah yang sama bisa memiliki perbedaan rasa karena ditentukan oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah kondisi tanah tempat menanamnya.

“Tanah satu dan dua beda nutrisinya, kalau nutrisi beda, rasa juga beda,” kata John. Biji kopi Toraja, misalnya, menurutnya punya rasa yang lebih manis sementara kopi Gayo lebih kompleks dan lebih asam dibandingkan biji kopi dari daerah lain. Lalu biji kopi di daerah Bali, misalnya, yang menurutnya memiliki rasa ‘fruity’ cukup kuat. Hal itu dikarenakan pohon jeruk ditanam bersebelahan dengan pohon kopi sebagai tanaman pelindung.

Tanaman kopi sendiri memang membutuhkan tanaman pelindung untuk menghindari sinar matahari langsung yang bisa merusak tanaman kopi. Karena biji kopi dari setiap daerah memiliki rasa yang berbeda, maka tidak ada rasa yang terbaik. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.

“Tidak bisa bicara mana yang lebih bagus karena berbeda-beda, potensinya sama-sama bagus,” bebernya. Menjaga keberlangsungan produksi biji kopi berkualitas bukanlah pekerjaan yang mudah. Agar bisa bertahan sekaligus memperluas jangkauan pasarnya, diperlukan riset jangka panjang serta kerja sama berbagai pihak.

“Setelah diedukasi, tiga-empat tahun baru bisa bikin data, yang cocok (di daerah tersebut) varietas apa, prosesnya seperti apa, baru bisa membuatnya long-lasting,” papar John.

Menginjak usianya yang kelima pada 24 Januari 2019, Tanamera sukses membuka 11 gerai di lima kota besar di Indonesia. Tahun ini Tanamera akan melakukan perluasan pasar di tiga kota, yaitu Palembang, Medan dan Semarang. Tanamera juga akan berekspansi ke pasar Asia dimulai dari Singapura dan Malaysia sebagai bagian dari komitmen untuk terus memperkenalkan kopi nusantara ke pasar internasional.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini