nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukan Mustahil, Durian Vulkanik Ini Dibanderol Rp65 Juta, Mau Coba?

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 27 Januari 2019 22:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 27 298 2010118 bukan-mustahil-durian-vulkanik-ini-dibanderol-rp65-juta-mau-coba-2xyNOaPdTj.jpg Buah Durian Super Mahal (Foto: Asiaone)

Selain Indonesia, Thailand juga jadi rajanya penghasil durian. Kalau Anda sering mengenal bahkan merasakan durian montong, kali ini ada durian vulkanik yang dibanderol hingga Rp65 juta.

Durian vulkanik yang matang pertama kali dilelang di Provinsi Si Sa Ket dengan harga USD6.260 atau setara Rp65 jutaan. Lelang tersebut diadakan kantor distrik saat meluncurkan pekan raya buah tahunan.

Baca juga :

Durian tersebut kalau di Distrik Kantharak dianggap oleh masyarakat setempat sebagai "raja buah", yang akan membawa keberuntungan dan kemakmuran bagi siapa saja yang memakannya. Karena itu, si pemilik buahnya berani melelang dengan harga yang sangat tinggi.

Rupanya orang yang menjadi penawar tertinggi adalah pemilik pabrik tepung tapioka Iam Siri. Mereka berani menawar harga tinggi untuk durian yang dilelang di provinsi tersebut.

Petani Thailand mengklaim bahwa durian tersebut jenisnya baru. Bahkan, Gubernur Si Sa Ket Thawat Srabal memimpin upacara pembukaan pameran dan pelelangan.

Dia mengatakan durian dari Kantharak itu memiliki keunikan, karena rasanya ditanam di tanah yang mengandung kalium dari letusan gunung berapi. Itulah sebabnya buah tersebut disebut "durian vulkanik".

"Durian Kantharak teksturnya garing di bagian luar dan lembut di dalam. Rasanya manis dan baunya tidak terlalu kuat," ujar Thawat, dilansir Okezone dari Asiaone, Minggu (27/1/2019).

Saking langkanya, Gubernur Si Sa Ket bahkan mendesak pemilik kebun durian di kabupaten itu, tidak mengizinkan orang membeli durian vulkanik dalam jumlah besar. Apalagi kalau dibeli mentah bisa membuat namanya buruk.

Maka itu, pemilik harus menjual hanya buah matang kepada wisatawan dan pengunjung ke kebun. Sehingga, kalau dibeli dalam jumlah banyak lebih dilarang karena harganya sangat mahal.

 

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini