nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nikmatnya Sate Gebug yang Melegenda Sejak Zaman Kolonial Belanda

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 08:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 27 298 2010128 nikmatnya-sate-gebug-yang-melegenda-sejak-zaman-kolonial-belanda-GZjEaYr6m0.JPG

Ya meski daging sapi dikenal alot, di tangan keluarga pengolah sate gebug daging tersebut begitu lembut usai dilakukan proses pembakaran.

"Bahannya dari daging lulur atau daging di sekitar tulang belakang sapi. Dari sana 'digebug' terlebih dahulu kemudian dibuntel lalu dibakar. Tak lupa bumbunya juga dicampurkan, tapi untuk bumbu dan cara menggebug-nya rahasia," jelas Kabir.

Setiap harinya, setidaknya membutuhkan 20 kilogram hingga 40 kilogram daging sapi, jika ramai para pelanggannya.

Selain satenya yang khas, ada menu kuliner lainnya yang masih berkaitan daging sapi, mulai dari soto, rawon, dan sup kuah.

Bagi anda yang ingin mencicipi kuliner legendaris Malang ini, siapkan kocek mulai dari Rp15 ribu hingga Rp30 ribu.

Bagi anda yang ingin mencicipi kuliner legendaris Malang ini, siapkan kocek mulai dari Rp15 ribu hingga Rp30 ribu. "Kalau sate gebug yang tanpa lemak harganya Rp30 ribu per porsi, kalau dengan lemak Rp25 ribu. Untuk rawon, soto, dan sup dengan nasi Rp 15 ribu. Kalau rawon, sop, dan sotonya dipisah tanpa nasi seharga Rp 25 ribu," jelas mahasiswa salah satu PTN di Kota Malang ini.

Salah satu pembeli sate gebug, Sofyan Adi Candra (25) menjelaskan sate gebug memiliki rasa yang khas. Hal ini membuat dirinya menyempatkan diri dari Surabaya ke Kota Malang untuk mencoba kuliner legendaris satu ini.

Hal ini membuat dirinya menyempatkan diri dari Surabaya ke Kota Malang untuk mencoba kuliner legendaris satu ini.

"Sate gebug ini wajib dicoba apalagi kalau di Malang ini legendaris. Rasanya enak dan khas, saya dapat rekomendasi teman akhirnya coba ke sini. Pokoknya kalau ke Malang wajib ke sini," tutur pria yang disapa Candra ini.

Baca Juga : Bercermin dari Kisah Ahok-Puput, Ini 3 Keuntungan Pria Menikahi Wanita yang Lebih Muda

Satu lagi kenapa kamu harus menyempatkan mampir ke sate gebug ini. Selain karena rasanya yang khas ternyata bangunan rumah makan ini merupakan bangunan cagar budaya sejarah yang dilindungi undang - undang lho..

Satu lagi kenapa kamu harus menyempatkan mampir ke sate gebug ini.

"Ya sejak 1920 hingga 2019 ini baru direhab tiga kali, salah satunya yang di tahun 1965 namun tidak mengubah bangunan asli. Paling hanya dicat ulang saja, apalagi bangunan lamanya masuk cagar budaya Kota Malang yang harus dipertahankan," ujar Kabir.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini