Bukan Obat, Glukosamin Tidak Bisa Sembuhkan Penyakit Sendi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 28 481 2010568 bukan-obat-glukosamin-tidak-bisa-sembuhkan-penyakit-sendi-AOzUkTuHOJ.jpg Obat sendi tidak bisa sembuhkan penyakit sendi (Foto:Ist)

IKLAN "obat" sendi menawarkan penyembuhan yang instan untuk mereka yang mengalami masalah di persendian tulang. Masyarakat berusia lanjut yang biasanya "termakan" iklan semacam ini.

Perlu diketahui, "obat" semacam ini sebetulnya bukan obat untuk mengatasi penyakit persendian. Iklan "obat sendi" hanya mimpi siang bolong.

Bukan tanpa alasan, Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dr Carles Siagiaan, Sp.OT-K, menjelaskan, "obat sendi" yang ada di iklan-iklan itu hanya suplemen, bukan obat.

"Harus dipertegas di sini bahwa obat itu ketika diberikan pada pasien, maka reaksinya adalah penyakit akan berkurang. Nah, kalau vitamin, tidak memberikan efek tersebut secara pasti. Mungkin pada beberapa orang bekerja, tapi beberapa lainnya tidak bekerja sama sekali. Sebab, intinya itu hanya pelengkap," kata dr Carles pada Okezone beberapa hari lalu di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Baca Juga:

Cantiknya Tamara Bleszynki Jualan Nasi Lauk Nusantara Pakai Rok Mini

Gantung Raket, Intip 5 OOTD Liliyana Natsir di Luar Lapangan yang Stylish

Dalam "obat sendi" yang ada di pasaran, bahan yang terkandung di dalamnya biasanya glukosamin. Bahan kimia ini bekerja untuk menurunkan rasa nyeri pada sendi tapi tidak kemudian menyembuhkan rasa sakit tersebut.

Dr Carles sendiri pernah melakukan penelitian mengenai efek dari glukosamin ini pada pasien dengan sakit persendian. Dia melakukan penelitian di RSCM Jakarta dan melibatkan 150 pasien. Penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu satu tahun di 2014.

Hasilnya adalah glukosamin yang terkandung di "obat sendi" yang ada di pasaran tidak memberikan efek penyembuhan yang signifikan untuk pasien masalah persendian.

"Jadi, glukosamin yang terkandung di suplemen sendi itu tidak memberi efek penyembuhan pada beberapa orang. Tapi, ya, memang ada beberapa lainnya yang berdampak. Dengan fakta ini, bisa dibilang bahwa 'obat sendi' setelah dikonsumsi hasilnya tidak konklusif atau tidak menemukan hasil yang pasti," papar dr Carles.

Di sisi lain, Anda mesti sadar bahwa yang namanya obat itu menyembuhkan sumber masalahnya, bukan meringankan atau mengurangi gejalanya saja. Sebab, bukan itu penyakitnya dan dengan suplemen, tujuan penyembuhan tidak bisa tercapai dengan paripurna.

"Masyarakat mesti perhatikan, mereka itu tidak boleh mengobati dirinya sendiri tanpa mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter. Beli obat di apotek adalah cara yang keliru untuk bisa mendapatkan kesembuhan sempurna," tegas dr Carles.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini