nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anting Buatannya Dipakai Emily Blunt, Eri Dwi Suciaji Beberkan Indikator Mendesain Perhiasan

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 19:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 29 194 2011010 anting-buatannya-dipakai-emily-blunt-eri-dwi-suciaji-beberkan-indikator-mendesain-perhiasan-6Sc3JhqXIf.jpg Eri Dwi Suciaji dan Emily Blunt

MENDESAIN sesuatu, apapun itu bentuknya memang bukan perkara mudah. Termasuk di dalamnya, perihal merancang sebuah perhiasan.

Dalam merancang perhiasan, tidak berbeda dengan merancang busana yang punya pakem tersendiri. Merancang perhiasan pun ternyata ada indikatornya sendiri loh. Di mana sederet indikator ini, pada dasarnya dibutuhkan sebagai pedoman ketika merancang sebuah perhiasan agar tidak hanya indah jika dilihat dari sketsa gambar tetapi juga cantik dan bisa diaplikasikan secara nyata saat dikenakan.

 

Sebetulnya apa saja sih indikator dalam merancang perhiasan? Desainer perhiasan in-house dari Central Mega Kencana, Eri Dwi Suciaji yang karyanya, sepasang anting berlian model shoulder-grazing “Waterfall” dipilih untuk dikenakan aktris terkenal Hollywood, Emily Blunt dalam acara Screen Actor Guild Awards 2019 membeberkannya.

 Baca Juga: Bukan Tukang Ikan Biasa, Caranya Memotong Tingkat Dewa!

Sebagai pembuka, Eri menyebutkan dirinya sebagai desainer perhiasan itu memiliki 4E sebagai indikator dalam merancang sebuah perhiasan. Pertama ialah soal keindahan, alias Estetika. Di mana desain perhiasan tersebut bisa terlihat cantik dan indah dipandang.

 

Indikator kedua, ialah Ergonomis. Dalam artian di sini, perhiasan bukan hanya indah atau cantik dipandang, tetapi juga nyaman ketika dipakai. Tidak menambah beban berat saat dipakai sehingga tidak menimbulkan rasa tidak nyaman pada pemakainya.

 Baca Juga: Bangga! Emily Blunt Pakai Anting Karya Desainer Indonesia di Screen Actors Guild Awards 2019

“Estetika itu pertama yang pasti, cantik dilihat. Kedua ada faktor ergonomis itu, nyaman dipakai. Tidak bikin berat, yang bisa membuat pemakaianya malah ingin cepat-cepat melepas perhiasan itu dari tubuhnya,” papar Eri saat ditemui Okezone, Selasa (29/1/2019) di kawasan Jakarta Pusat.

Pria yang sudah bergelut menjadi desainer perhiasan sejak sembilan tahun lalu ini, kemudian menambahkan dua faktor lainnya yakni Ekonomis dan Evolusionis.

 

“Kita buat desain itu harus masuk ke faktor ekonomis, desain itu mempertimbangkan value-nya. Apakah dimensinya cukup besar, apakah berliannya kelihatan, apa malah ukurannya terlalu besar jadinya bisa terlihat norak? Ini semua harus dipertimbangkan,” tambahnya.

 Baca Juga: 5 Penampilan Zaskia Sungkar Bercadar saat Umrah, Semakin Bersahaja

Indikator terakhir ada Evolusionis, di mana apakah perhiasan ini bisa memberikan pengalaman berbeda kepada pelanggan yang memakainya. Di mana keempat indikator di atas inilah yang kurang lebih jadi tantangan untuk dirinya sebagai seorang desainer perhiasan.

“Tantangan, gimana desain yang mewah punya nilai statement dan sekaligus ikonik. Desainer perhiasan juga harus kreatif, update sama tren dan teknologi yang sedang in,” pungkasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini