nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Divonis 1,5 Tahun Penjara, Psikolog: Anak-Anak Ahmad Dhani Tahu Betul Kelakuan Ayahnya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 09:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 29 196 2010701 divonis-1-5-tahun-penjara-psikolog-anak-anak-ahmad-dhani-tahu-betul-kelakuan-ayahnya-tRbNsXG02q.jpg Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara (Foto: Heru/Okezone)

Penetapan Ahmad Dhani sebagai tahanan Rumah Tahanan Cipinang Jakarta Timur jadi sorotan publik. Hukuman ini diberikan hakim PN Jaksel dengan alasan hukum yang kuat.

Ya, Ahmad Dhani dianggap melakukan tindakan ujaran kebencian di media sosial. Pernyataannya di Twitter pun Instagram dianggap telah menyalahi aturan hukum.

Dalam putusan majelis hakim, Ahmad Dhani terbukti melakukan tindak pidana yang diatur ancaman hukuman pidana pada Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Ujaran kebencian yang dilontarkan Dhani antara lain;

Cuitan pertama berbunyi 'Yang menistakan agama si Ahok...yang diadili KH Ma'ruf Amin.'

Cuitan kedua berbunyi 'Siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya - ADP.'

Cuitan ketiga berbunyi 'Kalimat sila pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur...kalian WARAS??? - ADP.'

Gara-gara cuitan itulah pentolan Dewa 19 itu harus menanggung akibatnya dan mempertanggungjawabkan apa yang sudah dia perbuat.

ahmad dhani

Saat menerima hukuman itu, Dhani ditemani anak bungsunya dari pasangan Maia Estianty, Abdul Qodir Jaelani. Mereka kompak mengenakan blankon hitam. Sikap Dul? Berada di kubu ayahnya dan memberi semangat.

Di sisi lain, anak kedua Dhani dan Maia, Ahmad El Jallaludin Rumi membagikan postingan di Instagram sebagai bentuk dukungan ke ayahnya. Begini bunyi captionnya;

"Hadapi dengan senyuman. Be STRONG and keep being YOU, dad! Biarkan Tuhan Yang Maha Esa yang menilai. Sending LOVE from London (love)."

Terlepas dari itu, bagaimana kemudian psikolog menilai bentuk dukungan anak-anak Dhani terhadap kasus yang sedang dihadapi?

Khusus pada Okezone, Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi., menjelaskan, anak-anak sudah menduga, cepat atau lambat ayahnya akan mengalami hal ini.

"Siapa yang nggak kenal Dhani dengan segala kontroversinya. Sejak dia bercerai hingga turun ke dunia politik dan menjadi pendukung Paslon nomor 2, memang sepak terjangnya selalu menentang dan menebar kebencian. Terlepas yang dia perjuangkan benar atau tidak, cara yang dilakukan Dhani sangat tidak sehat," tutur Psikolog Mei, Selasa (29/1/2019).

Sikap Dhani yang tidak sepatutnya ditiru adalah dia mengumbar kebencian dengan sikap yang arogan, seolah-olah paling benar. Sikap dan caranya ini memudarkan isi yang ingin disampaikan atau yang ingin diperjuangkan.

Lalu, bagaimana sikap anak-anak terhadap Dhani dari kacamata psikolog?

"Saya lihatnya, ya, anak-anaknya tidak mendukung tapi Dhani adalah ayah kandung mereka. Kalau pun mereka mendukung, mereka tahu bahwa tindakan ayahnya itu tidak bijaksana," tegas Psikolog Mei.

Dia menambahkan, anak-anak Dhani tahu betul bagaimana watak ayahnya tersebut. Dhani itu punya sikap yang keras dan keukeuh dengan apa yang dia yakini.

Nah, Psikolog Mei coba menyarankan, tugas anak-anak Dhani sekarang adalah menerima dan hanya bisa memberikan support, terlepas mereka suka atau tidak, setuju atau tidak. "Tapi, sebagai anak, saya rasa mereka dapat menempatkan diri mereka secara tepat," tuturnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini